Lafal dan Bacaan Takbiran Idul Fitri Beserta Artinya

Perhatikan lafal takbir Idul Fitri 1445 H, waktu pelaksanaan, keutamaan, serta tata cara sholat Id yang tepat dan lengkap sebagai persiapan sambut hari raya.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Lafal dan Bacaan Takbiran Idul Fitri Beserta Artinya
Warga memukul bedug sambil mengumandangkan takbir di kawasan tanah abang, Jakarta,Selasa (5/7). Bagi Umat Muslim Indonesia mengumandangkan Takbir ialah sebagai suatu tanda menyambut hari Raya (© 2025 Liputan6.com)

Takbir Idul Fitri merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu dalam perayaan hari raya. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, takbir juga berfungsi sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Setiap malam sebelum hari raya, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri dimulai. Takbir ini memiliki berbagai bacaan yang sesuai dengan ketentuan, serta diucapkan dalam berbagai situasi dan waktu.

Bacaan takbir yang sering diucapkan adalah "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," yang berarti "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar." Teks ini dilafalkan tiga kali berturut-turut sesuai dengan anjuran Imam As-Syafi'i dalam kitab Al-Majmu' dan diterima secara luas di kalangan umat Islam. Di samping itu, umat juga disarankan untuk menambahkan zikir lain seperti "Allahu Akbar Kabira," yang dapat menambah kekhusyukan dalam ibadah.

Takbir ini mencerminkan rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan menyambut hari kemenangan. Selain itu, ada juga yang menambahkan doa dan zikir lainnya, yang menjadi tradisi di beberapa kalangan, untuk memperdalam makna takbir itu sendiri. Lantas, bagaimana bacaan lengkapnya? Simak informasi selengkapnya berikut ini, dirangkum dari merdeka.com, Minggu (30/3).

Lafal Takbir Idul Fitri

Terdapat beberapa lafaz takbir yang umum digunakan saat merayakan Idul Fitri, baik yang berbentuk pendek maupun panjang. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Takbir Pendek:
  2. Arab:اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلِّهِ الْحَمْدُ
  3. Latin: Allhu akbar, Allhu akbar, Allhu akbar. L ilha illallhu wallhu akbar. Allhu akbar wa lillhil hamdu.
  4. Arti: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah.
  1. Takbir Panjang (Versi 1):
  2. Arab:اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
  3. Latin: Allhu akbar kabr, walhamdu lillhi katsr, wa subhnallhi bukratan wa ashl, l ilha illallhu wa l na'budu ill iyyhu mukhlishna lahud dna wa law karihal kfirn.
  4. Arti: Allah Maha Besar (dengan kebesaran-Nya), Segala puji bagi Allah (yang banyak), Maha Suci Allah pagi dan petang, Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, dengan penuh keikhlasan dalam beragama, meskipun orang-orang kafir membencinya.
  1. Takbir Panjang (Versi 2):
  2. Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
  3. Latin: L ilha illallhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzba wahdah, l ilha illallhu wallhu akbar.
  4. Arti: Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, Dia benar janjinya, menolong hamba-Nya, dan Dia sendiri yang menghancurkan pasukan musuh. Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

Zikir pada Takbir Idul Fitri yang Diriwayatkan Imam Muslim

Pada malam Idul Fitri, umat Muslim tidak hanya melaksanakan takbir, tetapi juga membaca zikir yang memiliki makna mendalam. Zikir ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan telah menjadi bagian penting dalam tradisi umat Islam. Dalam zikir tersebut, terdapat kalimat pujian yang lebih panjang yang mencerminkan kebesaran Allah. Salah satu contohnya adalah, "Allahu Akbar Kabira, walhamdu lillahi katsira," yang berarti, "Allah Maha Besar, dengan segala kebesaran-Nya, dan segala puji bagi-Nya." Zikir ini diucapkan untuk melengkapi takbir serta sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah.

Selain itu, zikir ini juga mengandung pengakuan akan keesaan Allah, yang mengingatkan umat bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Dengan mengucapkan zikir ini, umat Muslim mendapatkan kekuatan spiritual saat berdoa dan bertakbir, yang mendekatkan mereka kepada Sang Pencipta. Menghafal dan melafalkan zikir ini dengan tepat merupakan salah satu cara bagi umat Islam untuk lebih mendalami makna dari hari kemenangan. Zikir ini juga mencakup permohonan agar Allah memberikan keberkahan kepada umat-Nya, terutama saat merayakan hari raya yang penuh kebahagiaan ini.

Takbir Terbagi Dua

Takbir pada hari raya Idul Fitri terbagi menjadi dua kategori utama, yang masing-masing memiliki ketentuan dan waktu pelaksanaan yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat penting agar umat Islam dapat melaksanakan takbir sesuai dengan sunah yang telah ditentukan. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis takbir tersebut:

Takbir MuqayyadTakbir muqayyad adalah takbir yang hanya dilakukan pada waktu tertentu, yaitu setelah shalat fardhu atau shalat sunah pada hari raya. Pelaksanaan takbir ini berlangsung dalam waktu yang lebih teratur dan terbatas, seperti pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta pada hari-hari Tasyrik.

Takbir MursalDi sisi lain, takbir mursal adalah takbir yang dapat dibaca kapan saja tanpa adanya batasan waktu atau tempat tertentu. Takbir ini dianjurkan untuk dilafalkan sepanjang malam menjelang Idul Fitri dan dapat terus diucapkan hingga pelaksanaan shalat Idul Fitri. Dengan adanya takbir mursal, umat Muslim memiliki keleluasaan untuk mengagungkan Allah kapan saja.

Perbedaan utama antara takbir muqayyad dan mursal terletak pada waktu pembacaannya. Takbir muqayyad hanya dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah shalat fardhu atau sunah, sedangkan takbir mursal tidak terikat pada waktu dan dapat diucapkan kapan saja, terutama pada malam Idul Fitri hingga shalat Id. Memahami kedua jenis takbir ini akan membantu umat Islam untuk lebih khusyuk dalam beribadah serta mengagungkan kebesaran Allah pada hari raya yang penuh berkah.

Hukum Bacaan Takbir di Hari Raya

Bacaan takbir pada hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, adalah sunah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Seperti yang dijelaskan dalam berbagai hadis, takbir ini berfungsi sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Allah. Selain itu, memperbanyak takbir di malam hari raya diyakini dapat menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan sepanjang tahun. Pembacaan takbir ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berada di masjid, tetapi juga bagi mereka yang berada di rumah, di jalan, bahkan di pasar. Hal ini selaras dengan anjuran dalam kitab Fathul Qarib, yang menyatakan bahwa setiap Muslim, baik pria maupun wanita, dianjurkan untuk melafalkan takbir mulai dari terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga imam memulai shalat Id.

Meskipun takbir merupakan sunah, sangat penting untuk melafalkannya dengan hati yang tulus dan khusyuk. Takbir yang disertai penghayatan akan meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan keberkahan yang telah diberikan-Nya selama bulan Ramadan dan pada hari raya Idul Fitri. Dengan demikian, takbir bukan hanya sekedar lafaz, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur dan penghambaan kepada Sang Pencipta, yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Takbir: Bentuk Rasa Syukur di Malam Hari Raya

Takbir tidak hanya sekadar ungkapan kebesaran Allah, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang dalam dalam agama Islam. Saat melaksanakan takbir, umat Muslim diingatkan untuk fokus pada dzikir, yang mengingatkan mereka akan kebesaran Allah yang tiada tara. Takbir ini tidak hanya diucapkan saat shalat, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan melafalkan takbir penuh rasa syukur, seseorang dapat merasakan kebahagiaan dan kedamaian batin. Namun, penting untuk menjaga pelaksanaan takbir dalam batas yang wajar serta menghormati kesucian waktu dan tempat.

Lebih dari itu, pada hari raya Idul Fitri, takbir menjadi salah satu tradisi yang sangat dihormati di kalangan masyarakat Muslim di seluruh dunia. Takbir ini menjadi simbol kebahagiaan dan ungkapan syukur atas kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.

"Sifat takbir yang dianjurkan, 'Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.' Ini (takbir 3 kali) yang masyhur dari nash Imam As-Syafi’i dalam Kitab Al-Umm, Al-Mukhtashar, dan selain keduanya. Sifat ini yang dipegang ulama ashab," seperti dikutip dari NU Online.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu takbir muqayyad dan takbir mursal?

Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca pada waktu tertentu setelah shalat, sedangkan takbir mursal bisa dibaca kapan saja.

2. Bagaimana cara melafalkan takbir dengan benar

Takbir yang benar adalah "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," yang diucapkan dengan hati yang tulus dan khusyuk.

3. Apakah takbir hanya boleh dibaca di masjid?

Tidak, takbir bisa dibaca di rumah, di jalan, dan bahkan di pasar, sesuai dengan anjuran dalam kitab Fathul Qarib.

4. Kapan takbir dimulai dan berakhir?

Takbir dimulai pada malam hari raya dan berakhir ketika imam mulai shalat Id.

5. Apa manfaat dari memperbanyak takbir pada malam hari raya?

Memperbanyak takbir pada malam hari raya dapat melebur dosa-dosa dan meningkatkan kualitas ibadah.

Rekomendasi