Peran keluarga itu penting. Terutama ketika berbicara tentang perencanaan pernikahan. Mungkin mereka akan menguji kesabaran dan emosi Anda selama perjalanan, tapi pada akhirnya merekalah yang akan selalu mendukung Anda dan begitu juga sebaliknya.
Oleh karena itu, demi kedamaian dan menyatukan semua orang selama hari bahagia, Anda disarankan untuk memilih kata-kata yang akan diucapkan dengan lebih bijaksana.Apa saja kalimat-kalimat 'terlarang' yang harus diperhatikan oleh para pengantin wanita? Ini beberapa di antaranya.
"Maaf, biar kami yang mengurus semuanya sendiri."
Tidak masalah jika memiliki pemikiran seperti itu, tapi ketika ada anggota keluarga yang benar-benar ingin memberikan bantuan, alangkah baiknya jika Anda bisa memberikan mereka sesuatu yang bisa dilakukan agar mereka merasa penting dan dibutuhkan.
Tak melulu harus sesuatu yang besar atau sulit, tapi 'tugas' sederhana seperti mengatur dress code untuk keluarga, mengirim undangan, membungkus suvenir, atau membantu menentukan vendor dari beberapa yang sudah Anda pilih sebelumnya.
"Itu adalah ide terburuk yang pernah saya dengar."
Mungkin ide yang diberikan memang buruk dan tidak akan pernah Anda pikirkan, tapi ibu tidak perlu mengetahui hal tersebut, bukan? Hindari menyakiti perasaan orang lain dan bersikaplah terbuka (atau meski harus berpura-pura) dengan berterima kasih atas saran yang diberikan, dan katakan juga bahwa Anda akan mempertimbangkannya. Kadang orang hanya ingin merasa didengar. Mau idenya akan diambil atau tidak menjadi hal yang tidak terlalu penting.
"Seandainya saja kita punya dana lebih."
Jangan pernah coba dan memberi rasa bersalah pada kedua orang tua untuk mengeluarkan anggaran pernikahan lebih banyak ketimbang yang sudah mereka tetapkan. Jika ayah dan ibu akan membiayai dan sudah menetapkan berapa jumlah uang yang akan diberikan untuk biaya pernikahan Anda, maka segala pengeluaran ekstra untuk hari besar harus ditanggung Anda dan tunangan. Dan bersyukurlah bahwa kedua orang tua sudah sangat baik ingin membantu.
"Yang penting adalah apa yang kami inginkan!"
Ini memang hari pernikahan Anda. Tapi bukan berarti Anda harus egois dan tidak memedulikan pikiran orang lain. Langkah yang tepat adalah bersedia untuk berkompromi. Contoh, jika ibu Anda memaksa mengadakan upacara adat sedangkan Anda menginginkan pernikahan yang modern. Ketimbang berdebat mempertahankan keinginan masing-masing, lebih baik temukan jalan tengahnya. Dengan mengadakan upacara adat untuk acara pra-pernikahan, misal upacara siraman. Sedangkan untuk resepsi Anda masih bisa menggunakan tema pernikahan yang lebih modern. Kadang menjaga kedamaian adalah solusi terbaik.
"Masa yang seperti ini dibilang bagus?"
Jika Anda tidak memiliki kata-kata yang baik untuk diucapkan, lebih baik tidak perlu diucapkan sama sekali. Terutama jika berbicara mengenai selera atau gaya pribadi seseorang.
Jadi kelak, ketika kakak ipar menunjukkan gaun pernikahan yang tidak sesuai gaya Anda, tersenyum dan anggukkan kepala sambil berkata, "Wow, cantik sekali!". Tetapi Anda tetap bisa memilih gaun pengantin yang diinginkan.
"Ini acara saya, bukan kalian!"
Tenang! Saat 90% dari pernikahan adalah tentang Anda dan tunangan, maka 10% sisanya adalah tentang keluarga dan teman yang datang bersama mendukung Anda sebagai pasangan suami-istri dalam perjalanan yang bernama pernikahan.
Dari pada bersikap egois, coba bersyukurlah bahwa Anda memiliki keluarga dan sahabat yang benar-benar ingin terlibat dan memberikan ide, meski kadang tidak semua sesuai yang diinginkan.