Penuhi cita-cita mendiang istri, pria ini bikin hutan bentuk gitar

Hutan berbentuk gitar raksasa ini merupakan hadiah terakhir Pedro Ureta kepada mendiang istrinya, Graciela.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Penuhi cita-cita mendiang istri, pria ini bikin hutan bentuk gitar
Hutan gitar Pedro Martin Ureta. ©2015 Merdeka.com

Jika berkunjung ke daerah pertanian di Laboulaye, Argentina, Anda bakal berkesempatan untuk menyaksikan tanda cinta seorang pria kepada mendiang istrinya.

Pedro Martin Ureta, seorang petani asal Argentina membuat hutan berbentuk instrumen gitar di tengah lahan milik keluarganya.

Hutan itu dibuat oleh Ureta untuk mendiang istrinya, Graciela yang meninggal di usia 25 tahun. Graciela sempat meminta kepada suaminya untuk merombak lahan mereka menjadi 'karya seni' raksasa berbentuk gitar, instrumen musik favoritnya.

Namun Ureta terlalu sibuk untuk memenuhi permintaan istrinya itu. Tak diduga, pada tahun 1977 Graciela meninggal dunia karena pembengkakan pembuluh darah. Saat itu ia tengah mengandung anak kelima mereka.

Menurut keterangan salah satu putera Ureta seperti dikutip DailyMail, pria itu menyesal karena ia tidak sempat mewujudkan keinginan istrinya.

Photo byDailyMail

Lantas dengan bantuan keempat anaknya, Ureta merombak lahan pertanian mereka menjadi hutan berbentuk gitar sesuai keinginan Graciela.

Proyek itu dimulai pada tahun 1979. Ureta menanam beberapa varian pohon cypress untuk membuat bentuk gitar raksasa. Sementara senar gitar dibuat dari pohon-pohon eukaliptus yang ditanam berjajar.

Photo byDailyMail

Sekarang hutan gitar itu menjadi pemandangan tersendiri bagi penumpang pesawat yang melewati area lahan pertanian tersebut. Tetapi bagi Ureta sendiri, selamanya hutan itu akan menjadi kenang-kenangan untuk Graciela.

Kini Ureta sudah memasuki usia 70 tahun. Ia telah menikah lagi dengan seorang wanita bernama Maria. Namun terkadang ia masih suka memandangi foto hutan gitar yang ia buat untuk mendiang istri pertamanya.

Photo byDailyMail

Sampai sekarang Ureta tidak pernah melihat hasil karyanya secara keseluruhan, sebab dia takut naik pesawat.Tetapi ia berharap Graciela bisa memandang hadiah terakhirnya itu dari surga.

Rekomendasi