Penelitian Ungkap Milenial dan Gen-Z Ubah Budaya Kerja, Selipkan Pesan Khusus di Tanda Tangan Email

Beberapa pekerja kini mencantumkan jam kerja, memberi ruang bagi penerima untuk membalas sesuai waktu mereka sendiri.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Penelitian Ungkap Milenial dan Gen-Z Ubah Budaya Kerja, Selipkan Pesan Khusus di Tanda Tangan Email
Penelitian Ungkap Milenial dan Gen-Z Ubah Budaya Kerja, Selipkan Pesan Khusus di Tanda Tangan Email (Merdeka.com)

Di era kerja jarak jauh dan model hibrida yang semakin cair, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi kian kabur. Untuk mengatasinya, banyak pekerja mulai melakukan langkah sederhana namun efektif menulis ulang tanda tangan email agar lebih manusiawi dan mendukung keseimbangan hidup.

Beberapa pekerja kini mencantumkan jam kerja, memberi ruang bagi penerima untuk membalas sesuai waktu mereka sendiri. Seorang kolega, misalnya, menuliskan, 'Jam kerja saya 08.30–18.00 ET, Senin–Jumat. Jika ini bukan jam kerja Anda, jangan merasa perlu membalas di luar waktu Anda.'

Dikutip dari HuffPost, Selasa (25/11), para profesional ini mulai sadar bahwa cara berkomunikasi yang lebih transparan dapat mengurangi tekanan bagi kedua belah pihak, terutama dalam lingkungan kerja yang serba cepat.

Pendekatan serupa dilakukan oleh Arianne Young, pendiri Not Your Average Girl Friday. Dalam tanda tangannya, ia menyertakan kalimat yang menekankan pentingnya waktu istirahat dan keluarga.

"Jika email ini tiba saat anda sedang bersama anak, istirahat, atau waktu pribadi lainnya, lindungi waktu anda dan balas saat kembali bekerja," ujarnya Arianne Young.

Ada pula Meg St-Esprit, penulis lepas dan ibu empat anak yang menambahkan catatan bahwa responsnya akan melambat selama musim panas dan sebuah kritik halus terhadap minimnya layanan penitipan anak di AS. Meski awalnya ragu, pesan itu justru mendapat sambutan positif dan bahkan viral di media sosial.

Menurut para ahli, tren ini memang semakin terlihat di industri kreatif. Keni Dominguez, CEO Bay Equity HR, menyebutkan bahwa mencantumkan jam kerja dalam tanda tangan email dapat menjadi game changer untuk menjaga batasan sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

"Ini menetapkan ekspektasi sejak awal dan membantu komunikasi mengalir lebih baik," ujarnya Keni Dominguez.

Sementara itu, Jennifer Borda, profesor komunikasi di University of New Hampshire, menilai generasi milenial dan Gen Z turut mendorong perubahan budaya kerja, terutama dalam hal mendefinisikan ulang keseimbangan hidup.

Peralihan ke kerja fleksibel sejak pandemi membuat lebih banyak orang berani menetapkan batasan tegas dalam ruang digital mereka.

Namun, penyesuaian tanda tangan email tetap harus mempertimbangkan budaya perusahaan. Pelatih manajemen waktu Anna Dearmon Kornick menekankan pentingnya membaca situasi kantor.

Standar Ketat

Di beberapa tempat, humor atau pesan personal mungkin diterima di perusahaan besar dengan standar ketat, pendekatan harus lebih formal.

Para ahli sepakat, kuncinya adalah singkat, jelas, dan informatif. Nyatakan kapan Anda tersedia, tanpa memberi kesan mengatur orang lain.

Misalnya, cukup menulis "Saya online pukul 08.00–16.00." Batasan seperti ini tak hanya membantu mengurangi beban emosional pekerja, tetapi juga memberi contoh positif bagi rekan kerja lainnya.

Tampak Sederhana

Meski tampak sederhana, tanda tangan email yang mendukung keseimbangan hidup mencerminkan perubahan budaya yang lebih besar bahwa menjaga kesehatan mental dan waktu pribadi bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.

"Tidak ada yang benar-benar seserius itu. Kita semua bisa mengurangi kecemasan terhadap email,"ujarnya Arianne Young.

Reporter Magang: Ahmad Subayu

Rekomendasi