Modus Baru Penipuan Bank yang Ramai Beredar, Waspada Biar Tabungan Nggak Melayang

Kamis, 23 Juni 2022 17:05 Reporter : Wuri
Modus Baru Penipuan Bank yang Ramai Beredar, Waspada Biar Tabungan Nggak Melayang Modus Baru Penipuan Bank yang Ramai Beredar, Waspada Biar Tabungan Nggak Melayang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Belakangan ini, aksi kejahatan penipuan bank lagi jadi salah satu kasus yang ramai diperbincangkan. Selain skimming atau pencurian informasi dengan cara menyalin identitas lewat ATM korban, banyak juga cerita penipuan yang dilancarkan lewat media digital. Mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, Twitter, dan berbagai media lainnya.

Kondisi tersebut sudah semestinya bikin kamu aware lagi. Sedikit saja celah kelengahan, bisa dimanfaatkan pihak nggak bertanggung jawab yang bikin tabungan melayang. Demi menjaga keamanan tabungan, kenali modus baru penipuan bank yang lagi ramai beredar, yuk!

2 dari 3 halaman

Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas

modus baru penipuan bank yang ramai beredar waspada biar tabungan nggak melayang
©Shutterstock

Salah satu pengalaman penipuan yang banyak dibagikan di media sosial adalah modus tawaran menjadi nasabah prioritas. Dalam hal ini, pihak yang mengaku sebagai customer service bank menawarkan kepada konsumen untuk upgrade menjadi nasabah prioritas. Hal ini jelas jadi penawaran menggiurkan karena nasabah prioritas memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan nasabah reguler.

Dalam prosesnya, pelaku akan meminta informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN, OTP, CVV, nama ibu kandung dan berbagai data personal lainnya. Lewat info-info inilah pelaku mulai membobol isi rekeningmu.

Info Terkait Perubahan Tarif Transfer

modus baru penipuan bank yang ramai beredar waspada biar tabungan nggak melayang
©Shutterstock

Modus selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah info terkait perubahan tarif transfer. Pelaku yang mengaku pihak bank akan menghubungi lewat telepon. Awalnya memang seperti informasi pelanggan biasa di mana pelaku memberikan informasi perubahan tarif transfer. Beberapa kasus menunjukkan pelaku menyatakan nasabah akan dibebankan tarif transfer baru Rp 150ribu per bulan dari yang semula Rp 6.500 per transaksi. Jika nasabah keberatan, maka pelaku akan meminta nasabah mengisi sebuah formulir.

Nah, di sinilah kamu wajib curiga dengan poin-poin yang perlu diisi lewat formulir tersebut, apalagi jika sifatnya personal. Misalnya saja OTP, PIN, password, dan berbagai informasi lainnya. Pastikan untuk lebih waspada jika permintaan data tersebut mulai dilancarkan.

3 dari 3 halaman

Akun Media Sosial Palsu

modus baru penipuan bank yang ramai beredar waspada biar tabungan nggak melayang
©Shutterstock

Selain melancarkan penipuan lewat telepon, kamu juga wajib waspada dengan akun media sosial yang beredar. Banyak penipuan yang juga terjadi di media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook. Saat ada nasabah yang melakukan pengaduan di media sosial, pelaku akan menanggapi dengan akun media sosial palsu dan bertindak seolah-olah pegawai bank. Di awal mungkin nggak ada yang mencurigakan, tapi lama-lama pelaku akan mulai meminta informasi pribadi untuk melancarkan aksinya.

Jadi, wajib banget waspada jika mendapat direct message dari akun media sosial bank. Perhatikan baik-baik apakah akun tersebut benar-benar asli, yaitu dengan mengecek nama akun official bank yang sebenarnya. Dengan begitu, kamu nggak akan mudah terjebak dengan akal bulus penipu.

Penawaran Agen Laku Pandai

modus baru penipuan bank yang ramai beredar waspada biar tabungan nggak melayang
©Shutterstock

Modus yang satu ini biasanya terjadi pada nasabah yang memiliki bisnis, mulai dari toko kelontong, kafe, bakery, dan sebagainya. Biasanya pelaku akan menghubungi dan memberikan penawaran untuk menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan yang rumit. Dengan mentransfer sejumlah uang, pelaku juga menjanjikan akan memberikan mesin EDC.

Banyak yang terjebak dengan modus penipuan yang satu ini sehingga wajib waspada jika ada oknum nggak bertanggung jawab yang memberikan penawaran serupa. Lebih baik cross check langsung ke pihak bank untuk mendapatkan info yang lebih akurat.

Otoritas Jasa Keuangan dan berbagai bank di Indonesia sudah memberikan imbauan untuk tidak mudah terjebak dengan permintaan kode OTP, PIN, password, dan data pribadi lainnya. Jadi, saatnya lebih mewaspadai saat kamu menerima telepon dari pihak yang mengatasnamakan bank.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan. Mulai dari selalu waspada dengan telepon apapun yang mengatasnamakan bank, perhatikan juga nomor yang digunakan. Pihak bank yang asli akan menggunakan nomor telepon resmi milik bank. Jangan segan juga untuk melakukan cross check dengan pihak bank jika ada penawaran apapun itu, supaya tidak berisiko menjadi korban.

[wri]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini