Legenda kota Enna, dewa alam baka, dan musim yang silih berganti
Merdeka.com - Kota Enna, bagian dari Sisilia, Italia merupakan satu dari sekian banyak lokasi yang dikaitkan dengan legenda penculikan Persephone oleh Hades sang dewa alam baka. Daerah lain yang diduga sebagai latar peristiwa penculikan Persephone adalah Attica, Dataran Nysia, dan Pulau Kreta.
Dalam mitologi Yunani dan Romawi, penculikan Persephone merupakan sebuah peristiwa penting yang menjadi latar belakang pergantian musim setiap tahun. Bagaimana kisahnya?
Konon, Zeus sang raja Olympus dan adik kandungnya, Demeter sempat bersatu. Dari perkawinan singkat keduanya, lahirlah Persephone. Dewi yang dijuluki Kore (perawan) ini memiliki kecantikan luar biasa. Hermes dan Apollo jatuh hati kepada Persephone dan berusaha merebut hatinya dengan berbagai hadiah. Namun Demeter, sang dewi pertanian dan kesuburan alam yang protektif menampik semua lamaran untuk putrinya. Demeter menjauhkan putrinya dari dewa-dewa lain.

Demeter dan Persephone. © Divagacoesligeiras
Di luar sepengetahuannya, ada seorang dewa lain yang sudah lama memendam rasa kepada putrinya. Hades, sang dewa alam baka bahkan sudah berhasil mendapatkan izin Zeus untuk meminang putrinya. Namun tentu saja, Demeter tak menyetujui perjodohan ini.
Hades pun mengatur siasat. Ketika Persephone sedang memetik bunga di lembah dekat Danau Pergusa, Hades muncul dari bumi yang terbelah. Dengan kereta yang ditarik kuda hitam kebanggaannya, dia membawa lari Persephone ke alam baka.

Danau Pergusa, Enna, Sisilia. © Eboracum Catania

Patung The Rape of Proserpina (Persephone) karyaGian Lorenzo Bernini.© Columbia College
Demeter yang kebingungan mencari-cari putrinya dengan bantuan obor dewi Hekate. Upaya pencarian yang tak kunjung berbuah ini membuat Demeter mengabaikan tugasnya sebagai pengatur kesuburan alam. Seluruh dunia dilanda kemarau panjang. (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya