Derita Penyakit Langka, Guru Balet Difabel Ini Mengajar Berkursi Roda

Senin, 4 November 2019 18:22 Reporter : Tantri Setyorini
Derita Penyakit Langka, Guru Balet Difabel Ini Mengajar Berkursi Roda Kate Stanforth. ©Instagram/katestanforth

Merdeka.com - Disabilitas kerap dianggap sebagai penghalang bagi seseorang untuk mewujudkan mimpi. Pasalnya fisik yang terbatas memang membuat aktivitas ikut terbatas. Namun Kate Stanforth punya pendapat yang berbeda. Wanita asal Northumberland ini tetap mewujudkan mimpinya sebagai balerina profesional, walaupun penyakit langka memaksanya beraktivitas di atas kursi roda.

1 dari 4 halaman

Akibat Sindrom Kelelahan Kronis

Melansir dari Metro UK (27/10/2019), Kate Stanforth telah bercita-cita menjadi seorang balerina sejak usianya delapan tahun. Ia lalu berlatih balet selama berjam-jam setiap akhir pekan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia merasa balet adalah bagian dari hidupnya.

 /></p>
<p style=Instagram/katestanforth

Tapi suatu pagi ketika berusia 14 tahun, dirinya bangun tidur dalam kondisi tubuh tidak sehat. Badannya tidak bisa digerakkan. Kondisinya semakin memburuk dan akhirnya dokter mendiagnosis Kate dengan penyakit myalgic encephalomyelitis (sindrom kelelahan kronis).

"Saya merangkak karena tidak punya energi untuk berjalan menaiki tangga. Rasanya seperti lelah sekali," kata Kate memberi gambaran kondisinya.

2 dari 4 halaman

Kadang Sehat, Kadang Lumpuh

Kate juga mengatakan bahwa dirinya pernah di titik kelelahan yang begitu parah hingga tidak bisa berjalan, terbaring di kasur, bahkan lumpuh.

 /></p>
<p style=Instagram/katestanforth

Sesekali kondisinya bisa membaik dan bisa berjalan normal, tapi hanya sebentar sampai ia lelah, terjatuh dan harus menggunakan kursi roda lagi untuk membantunya berjalan.

Setelah Kate lebih banyak menggunakan kursi roda, dirinya berpikir akan meninggalkan dunia menari selamanya, mengingat kondisinya yang makin hari malah makin memburuk. Tapi keadaan berbalik, ia didukung penuh oleh keluarganya untuk terus menari.

3 dari 4 halaman

Terus Menari Walaupun Kondisi Tubuh Tak Mendukung

Selama sakit, ia terus berlatih di atas kursi roda lebih giat sepulang sekolah dan akhir pekan.

 /></p>
<p style=Instagram/katestanforth

Namanya juga telah tergabung dalam komunitas International Dance Teachers Association, yang di dalamnya guru penari profesional berkumpul. Tapi tetap saja, sebagai seorang difabel, ia banyak mendapat perlakuan berbeda dibandingkan dengan penari balet lainnya.

"Saya ingin menunjukkan, orang cacat juga bisa eksis di industri tari. Saya ingin memberi gambaran pada semua orang, bahwa saya sangat bahagia bisa menari di atas kursi roda," kata Kate.

4 dari 4 halaman

Jadi Guru Tari dan Aktivis

Hingga di usianya sekarang yang memasuki 25 tahun, ia telah dipercaya menjadi seorang asisten guru balet di Northumberland, Inggris. Tentu saja keterbatasan fisik membuatnya lebih sering mengajar dari kursi roda.

 /></p>
<p style=Instagram/katestanforth

Selain aktif di dunia tari, ia juga mendirikan lembaga amal 'Project Parent', yang mana organisasinya memiliki misi untuk memberi hadiah pada orangtua dan anak-anak yang berada di rumah sakit saat perayaan hari Natal di Inggris.

Reporter: Ossid Duha Jussas Salma/Putu Elmira
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Semangat Anak-Anak Berkaki Satu di Gaza Latihan Sepak Bola
Bantu Jaga Taman Nasional Meru Betiri, Perempuan Difabel Dihadiahi Berangkat Umrah
Meniti Asa di Atas Kaki Palsu
Penyandang Disabilitas Gelar Pawai Berbaju Adat
Cerita Puji Lestari, Penyandang Disabilitas akibat Tabrak Lari

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini