Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Ghosting?

Selasa, 9 Maret 2021 16:31 Reporter : Tantri Setyorini
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Ghosting? Ilustrasi wanita sendiri. ©Shutterstock.com/Aleshyn_Andrei

Merdeka.com - Kamu sedang dekat dengan seseorang, tetapi belakangan komunikasi kalian mulai tak lancar karena sikapnya berubah dingin. Dan tiba-tiba saja mereka menghilang tanpa penjelasan. Kontakmu diblok dan seluruh pesan yang kamu kirimkan di jejaring sosialnya tak pernah dibaca.

Pernah mengalami situasi dengan skenario yang mirip dengan kejadian di atas? Itulah yang disebut dengan ghosting.

Di era jejaring sosial dan kencan online, istilah ghosting digunakan ketika seseorang memutuskan segala bentuk kontak dan komunikasi dengan orang yang sedang dekat dengan mereka secara tiba-tiba.

Banyak orang yang melakukan ghosting ketika mereka tidak ingin meneruskan pendekatan karena hal ini mudah dilakukan dan mereka harap tidak akan membuat pihak yang ditinggalkan tidak tersakiti dengan penolakan secara langsung. Namun menurut Psychology Today tindakan ini justru membuat korbannya merasa terluka, bingung, dan kecewa karena tidak diberi kesempatan untuk mengetahui alasan sebenarnya kenapa mereka ditinggalkan.

Jadi apa yang harus kita lakukan jika ada seseorang yang melakukan ghosting kepadamu?

Terimalah Situasi Apa Adanya

Yang dimaksud dengan menerima apa adanya di sini adalah mencoba mengikhlaskan hubungan yang kandas bahkan sebelum dimulai tanpa mencoba mencari-cari pembenaran atas tindakannya.

Kamu sudah mencoba berbagai cara untuk menjalin kontak dengannya. Satu-satunya alasan dia tidak mengimbangi upayamu ini adalah karena dia tidak tertarik. Tidak perlu bertanya-tanya apakah dia sedang memiliki masalah, sibuk, atau alasan lain. Terimalah apa adanya kalau dia memutuskan untuk mundur, meskipun caranya tak fair.

2 dari 3 halaman

Tak Perlu Menyakiti Diri dengan Stalking!

Mengikhlaskan untuk tidak bertanya-tanya alasan dibalik tindakan ghosting yang dia lakukan harus dibarengi dengan keteguhan hati untuk tidak stalking.

Jangan menghabiskan waktu untuk scroll setiap unggahan di Facebook, Twitter, atau Instagram-nya. Apalagi mencari tahu soal perempuan atau lelaki yang sedang dekat dengannya saat ini. Perbuatan ini hanya akan membuat kamu sakit hati dan semakin terobsesi kepada dirinya yang perlu kamu lepaskan.

Akui Kalau Kamu Tidang sedang Baik-Baik Saja

Embrace the pain. Ada masanya kamu perlu 'menikmati' rasa sakit dan mengakui dengan jujur kalau kamu tidak sedang baik-baik saja. Ini adalah langkah awal untuk move on. Sebab denial alias menolak menerima kenyataan akan membuat jalan menuju move on semakin panjang.

3 dari 3 halaman

Proses dengan Benar dan Move On

Proses dengan benar emosi negatif yang kamu rasakan. Jika perlu, ikuti kelas self healing, meditasi, atau konseling dengan psikolog. Jangan sampai pengalaman negatif itu terus dipendam dan tak pernah diselesaikan. Ini bisa berpengaruh pada kehidupan asmaramu di masa depan.

Jika sudah diproses dengan benar, sekarang waktunya untuk move on. Sibukkan diri dengan kegiatan yang produktif atau menyenangkan. Buatlah dirimu dikelilingi orang-orang yang menjadi support system bagimu agar rasa percaya diri kembali.

Jangan Putus Asa Menemukan Cinta

Sekali, dua kali, atau bahkan beberapa kali kena ghosting bukan berarti kamu tidak cukup menarik. Bukan berarti kamu tidak bakal punya kesempatan untuk mendapatkan cinta yang pantas. Pada waktunya nanti kamu akan menemukan seseorang yang benar-benar baik dan benar-benar menyukaimu.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan jika orang yang dekat denganmu melakukan ghosting.

Baca juga:
Mengidentifikasi Kekerasan Ekonomi atau Financial Abuse dalam Hubungan
Mengenal Ciri-ciri Wanita Setia Mencintaimu, Perhatikan Sikapnya
Bucin adalah Rasa Cinta Tanpa Logika, Ketahui Ciri-cirinya
Jepang Dorong Warganya untuk Menikah dengan Beri Tunjangan 84 Juta Rupiah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini