Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Air suci Madakaripura juga dipakai dalam upacara Yadya Kasada Bromo

Air suci Madakaripura juga dipakai dalam upacara Yadya Kasada Bromo Madakaripura. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Air Terjun Madakaripura dibuka pada tahun 1986, setelah dua bule (pria dan wanita) datang ke air terjun tersebut bersama anjing peliharaan mereka. Penasaran dengan apa yang mereka lakukan, warga setempat pun bertanya kepada dua bule itu tentang apa yang sebetulnya mereka cari.

Dua bule itu mengatakan bahwa ada air terjun indah di lokasi tersebut, yang sudah sejak lama diketahui warga sekitar sebagai grojokan. Informasi itu kemudian sampai ke telinga pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Air Terjun Madakaripura lantas dibangun sebagai salah satu obyek wisata di Kabupaten Probolinggo.

Menurut pengakuan Pak Suhardi, salah satu warga yang tinggal di sekitar Air Terjun Madakaripura, situs tersebut dianggap suci oleh masyarakat Tengger yang menghuni kawasan Bromo. Oleh karena itu, dalam melaksanakan prosesi mendak tirta (mengambil air suci), yang menjadi prosesi awal dari upacara Yadnya Kasada, masyarakat Tengger juga mengambil air di situs peninggalan Gajah Mada ini.

Selain Air Terjun Madakaripura, ada beberapa sumber air lain yang menjadi tempat dilakukannya mendak tirta, yakni sumber air di Gunung Widodaren dan sumber air di sekitar Pura Senduro Lumajang. Air tersebut kemudian dibawa sebagai kelengkapan untuk menggelar upacara Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten, yang berada di kaki Gunung Bromo.

Upacara Yadnya Kasada digelar pada hari-14 bulan Kasada menurut penanggalan Jawa. Sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur mereka (Joko Seger dan Roro Anteng), selama upacara berlangsung, masyarakat Tengger akan membuang uang, hewan ternak, sayuran, buah-buahan, dan sesajen ke kawah Gunung Bromo.

(mdk/des)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP