Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

75 Persen turis Indonesia bawa pulang barang di kamar hotel

75 Persen turis Indonesia bawa pulang barang di kamar hotel Ilustrasi kamar hotel. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Berni

Merdeka.com - Dua pertiga (65%) dari wisatawan dunia dan tiga perempat (75%) dari wisatawan Indonesia mengakui bahwa mereka mengambil barang dari kamar hotel tempat mereka menginap, dengan perlengkapan mandi yang menjadi item yang paling sering dibawa pulang.

Tiga dari lima (59%) pengusaha perhotelan global dan 56% dari pemilik hotel di Indonesia melaporkan bahwa tamu mereka sering mengambil berbagai item saat meninggalkan hotel. Survei TripBarometer Truth in Travel mengungkap beberapa perbedaan antara apa yang wisatawan akui mereka ambil dan apa yang dilaporkan hilang oleh pengusaha perhotelan saat tamu keluar.

“Shampo biasa diambil, tapi tolong jangan ambil handuk!”

Tamu kemungkinan mengakui bahwa mereka mengambil barang yang seringkali mereka kira gratis seperti peralatan mandi atau alat tulis. Namun, nampaknya seringkali beberapa wisatawan merasa bahwa handuk, lampu dan baterai yang mereka temukan di kamar mereka juga bebas dibawa pulang.

Walaupun hanya 7% dari wisatawan global yang mengatakan kalau mereka pernah mengambil handuk dari kamar hotel, jumlah mengejutkan yaitu 1 dari 4 pengusaha hotel melaporkan kehilangan handuk setelah tamu pergi.

Beberapa wisatawan memiliki ide yang aneh mengenai barang yang bisa jadi kenang-kenangan perjalanan wisata – 1 dari 10 pengusaha perhotelan melaporkan bahwa gantungan baju hilang dan 7% mendapati baterai remote control TV diambil setelah tamu check out.

Berikut adalah data hasil survei yang dilakukan oleh TripAdvisor. Penelitian TripAdvisor ini dilaksanakan oleh Edelman Berland, firma penelitian independen melaksanakan penelitian ini melalui survey online bulan Juni dan Juli 2013. Responden survey adalah 10.469 pemilik bisnis akomodasi dan 19.692 orang dewasa berusia 18+ yang pernah melakukan pemesanan perjalanan online dan melaksanakan paling tidak satu kali perjalanan tahun lalu.

Responden berasal dari Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Karibia, China, Mesir, Perancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru,Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris dan Amerika Serikat.

Barang yang diakui wisatawan diambil dari kamar hotel

45 persen = Perlengkapan mandi (shampo, sikat gigi, dll)

23 persen = Teh atau kopi

21 persen = Alat tulis

12 persen = Tisu

7 persen = Handuk

3 persen = Asbak

3 persen = Konten mini bar

3 persen = Jubah mandi

2 persen = Gantungan baju

1 persen = Lampu

1 persen = Bateri remote TV

Barang yang dilaporkan hotel diambil tamu

Perlengkapan mandi (shampo, sikat gigi, dll) = 32 persen

Teh atau kopi = 14 persen

Alat tulis = 11 persen

Tisu = 7 persen

Handuk = 25 persen

Asbak = 4 persen

Konten mini bar = 7 persen

Jubah mandi = 6 persen

Gantungan baju = 10 persen

Lampu = 2 persen

Bateri remote TV = 7 persen

“Culture vulture” atau “creature comforts”?

TripBarometer juga mengungkap beberapa perbedaan kecil antara apa yang dikatakan wisatawan dan yang mereka sebenarnya lakukan saat berlibur. Menurut survey tersebut, wisatawan global ingin mendapatkan pengalaman yang unik dari tujuan wisata atau budayanya, dengan 38% mengatakan mereka ingin mengeksplorasi budaya lain, 20% ingin mencoba makanan baru dan 30% mencari pengalaman untuk mencoba sesuatu yang khusus dari tujuan wisata mereka.

Namun, saat memilih tempat menginap, wisatawan menginginkan akomodasi yang menawarkan fasilitas yang nyaman seperti di rumah, seperti ‘TV atau pilihan film dalam bahasa mereka’ (31%) dan ‘makanan dari negara mereka sendiri’ (27%).

Warga Indonesia khususnya suka dengan makanan dari negara mereka, dengan 38% menyatakan bahwa mereka berharap hotel menawarkan pilihan ini. Walaupun nampaknya wisatawan Indonesia kurang antusias terhadap budaya lokal dibandingkan dengan rata-rata wisatawan global, dengan 35% menyatakan ini sebagai alasan utama mengunjungi destinasi baru, mereka secara marjinal lebih terbuka dalam mencoba makanan baru dibandingkan dengan wisatawan global (22%).

Dan hotel-hotel menjawab permintaan ini! Sebagai hasil dari meningkatnya jumlah tamu dari berbagai destinasi di seluruh dunia, pengusaha hotel telah atau merencanakan untuk melakukan beberapa hal untuk memenuhi kebutuhan pengunjung internasional. 54% dari responden hotel di dunia menyediakan atau berencana untuk menyediakan TV atau pilihan film dalam bahasa asing dan 51% memasukkan atau berencana untuk memasukkan pilihan makanan internasional dalam menu mereka. (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP