7 Alternatif Sumber Serat Enak dan Bergizi Buat Si Anti-Sayur

Minggu, 9 Juni 2019 02:00 Reporter : Tantri Setyorini
7 Alternatif Sumber Serat Enak dan Bergizi Buat Si Anti-Sayur Ilustrasi sumber serat. ©iStock/Pixabay

Merdeka.com - Konsumsi serat setiap hari itu wajib. Pasalnya serat penting untuk melancarkan pencernaan dan menjaga berat badan. Beberapa jenis serat juga mengandung nutrisi tambahan yang baik untuk kesehatan kulit pula.

Salah satu sumber serat yang bisa diandalkan adalah sayuran. Tetapi banyak juga orang yang enggan mengonsumsi sayur. Lalu bagaimana solusinya?

Anda yang benci sayuran bisa mencoba mengonsumsi sumber serat alternatif berikut. Rasanya pasti lebih menggugah selera daripada sayuran hijau yang enggan Anda santap.

1. Jamur

© Burpple

Jamur-jamuran bisa menjadi alternatif sumber serat yang lebih menggugah selera daripada sayuran hijau. Tekstur kenyal jamur kuping, jamur kancing, jamur es, atau lion's mane mushroom pasti bisa menambah rasa yang khas pada masakan. Aromanya pun bisa melezatkan masakan. Jamur-jamur ini juga bisa dijadikan alternatif pengganti daging, lho.

Ada banyak cara yang bisa dipilih untuk mengolah jamur. Selain ditumis atau dibuat sup, Anda juga bisa mengolahnya menjadi stik, dicincang dan dibuat nugget, atau diolah menjadi bakwan.

2. Wakame

©2018 Merdeka.com/Pixabay

Rumput laut Jepang ini memiliki rasa gurih khas sayuran laut dan tekstur kenyal saat dikunyah. Sayuran ini enak disantap dengan kaldu atau saus Jepang. Diolah menjadi salad segar dengan taburan wijen dan sedikit kecap Jepang dan cuka juga nikmat.

3. Alpukat

©iStock

Kalau di Indonesia lebih umum dikonsumsi sebagai buah, di barat avokad atau alpukat justru disantap sebagai sayuran. Anda bisa mencoba cara ini untuk menjadikan alpukat sebagai alternatif serat. Alpukat bisa diolah menjadi salad, saus, isian roti, hingga gorengan.

4. Kembang Tahu

©Shutterstock

Walaupun sama-sama berbahan dasar kedelai, kembang tahu memiliki tekstur yang jauh lebih lunak dan lembut daripada tahu biasa. Biasanya makanan ini disajikan bersama kuah jahe hangat dan kacang tanah. Teksturnya yang lunak sangat baik untuk pencernaan bermasalah.

5. Konnyaku

©iStock

Kalau Anda biasa menyantap masakan Jepang, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan konnyaku. Bentuknya mirip jeli berwarna kelabu atau putih dan terbuat dari umbi konjac yang ditumbuk hingga halus. Konnyaku memiliki kandungan serat dan pati yang sangat tinggi dan kalori hampir nol. Karena itulah konnyaku biasa dijadikan pengganti gelatin dan makanan diet.

Konnyaku lebih umum diolah menjadi bubuk jeli instan di Indonesia. Namun Anda juga bisa menjumpai konnyaku dalam bentuk mi shirataki (mirip soun tebal). Bisa juga diolah menjadi sashimi.

6. Agar-Agar

©Pixabay

Agar-agar juga memiliki kandungan serat tinggi dan kalori yang sangat rendah. Makanan ini terbuat dari rumput laut. Lebih tepatnya dari ganggang jenis Gracilaria dan Gelidium. Biasanya diolah menjadi puding, jeli, atau serbuk minuman.

7. Buah

©2019 Merdeka.com/Tantri Setyorini

Alternatif serat pengganti sayur yang paling mudah dikonsumsi adalah buah-buahan. Kandungan vitamin dan nutrisinya pun hampir setara dengan sayuran. Beberapa jenis buah yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti sayuran antara lain beri-berian yang kaya vitamin C, mangga sumber vitamin A, jeruk, kiwi, dan persik. Apalagi jenis buah-buahan lokal yang sangat kaya antioksidan. Misalnya saja manggis, nangka, dan lengkeng.

Itulah jenis-jenis alternatif serat pengganti sayur yang bisa dipilih. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini