6 Hal romantis dalam drama yang perlu kamu waspadai di kehidupan nyata

Selasa, 17 Juli 2018 04:03 Reporter : Tantri Setyorini
Ilustrasi pasangan. ©2017 tvN

Merdeka.com - Film atau drama percintaan memang paling bikin betah buat ditonton. Adegan-adegan romantisnya bikin hati meleleh, terutama kalau dilakukan oleh aktor seganteng Ji Chang-wook atau Kim So-hyun. Semakin bikin klepek-klepek, kan?

Tetapi romantisme di dalam drama itu tidak seharusnya kita jadikan acuan untuk menjalani hubungan di dunia nyata, lho. Mendambakan romantisme seindah film atau drama merupakan ekspektasi yang tidak realistis.

Selain itu, beberapa hal yang terlihat so sweet di dalam drama bisa jadi malah tidak pantas jika dilakukan di kehidupan sehari-hari. Beberapa hal berikut misalnya.

Stalking

Ilustrasi pasangan Temple Hill Entertainment


Mungkin kesannya romantis melihat cowok seganteng Park Hae-jin membuntuti Kim Go-eun ke mana-mana seperti dalam adegan Cheese In The Trap. Tetapi kalau hal seperti ini dilakukan oleh cowok di kehidupan nyata jatuhnya malah seram.

Stalking itu perilaku yang tidak sehat, lho. Apalagi kalau orang yang dibuntuti sampai merasa terganggu. Bisa dilaporkan polisi karena merongrong privasi.

Cemburu berlebihan

Ilustrasi pasangan bertengkar TvN


Kecemburuan yang ditunjukkan tokoh pria di dalam drama biasanya dianggap sebagai hal yang manis. Apalagi kalau cemburunya sampai lebay gitu. Makin unyu, ya?

Tapi lain halnya kalau sikap seperti ini dibawa ke kehidupan sehari-hari. Kecemburuan berlebih yang tidak pada tempatnya menunjukkan rendahnya rasa percaya kepada pasangan. Sikap seperti ini juga bisa membuat pasangan merasa terkekang.

Mencium paksa

Ilustrasi pasangan CW


Lumayan sering, kan menemui adegan di mana si tokoh utama pria merasa kesal dengan tokoh utama wanita, kemudian dia mencium paksa si wanita untuk meredakan suasana? Hal seperti ini sebaiknya juga jangan dilakukan di kehidupan nyata, ya.

Keintiman fisik itu harus dilakukan atas dasar suka sama suka. Bahkan pelukan atau pegangan tangan pun tak boleh dilakukan tanpa seizin yang bersangkutan. Jika dilakukan dengan intimidasi fisik atau emosional, nanti bisa masuk ke ranah pelecehan seksual, lho.

Memberikan hadiah yang kelewat mahal tanpa persetujuan

Ilustrasi pasangan Universal Pictures


Gu Jun-pyo yang memberikan hadiah liburan mahal kepada Geum Jan-di atau Christian Grey yang menghadiahi Anastasia Steele mobil rasanya terlalu indah untuk jadi kenyataan, ya. Perlu diketahui, memberikan hadiah yang terlalu mahal tanpa persetujuan orang yang akan diberi merupakan tindakan tak wajar. Karena pemberian seperti ini bisa membuat si penerima merasa terbebani. Dalam banyak kasus, barang mewah juga menjadi cara bagi seseorang untuk mengontrol perilaku orang yang dihadiahinya.

Bersikap pasif-agresif

Ilustrasi pasangan bertengkar 2015 KBS2


Salah satu bentuk perilaku pasif-agresif yang paling umum adalah ngambek. Ini menandakan seseorang sedang tidak puas kepada pasangannya, tetapi memilih sikap diam agar pasangan mengerti perasaannya dengan sendirinya.

Perilaku seperti ini sangat tidak sehat untuk kelangsungan hubungan. Komunikasi merupakan kunci dari hubungan yang langgeng. Sementara ngambek hanya akan membuat komunikasi dua arah terputus. Lagipula tidak fair juga untuk pasangan, pasalnya mereka bukan cenayang yang bisa membaca pikiran. Kalau ada hal yang mengganjal di pikiran, sebaiknya dikomunikasikan secara terbuka.

Mengejek kekurangan pasangan

Ilustrasi pasangan bertengkar 2015 Merdeka.com/tvN


Biasanya tokoh utama pria dan wanita di dalam drama sengaja dibuat tak akur untuk membangun chemistry sekaligus menghidupkan suasana kocak. Salah satu bentuknya adalah saling ejek kekurangan satu sama lain. Kalau cuma buat bercandaan, sih, mungkin memang masih bisa diterima. Tetapi kita harus hati-hati dalam melontarkan guyonan seperti ini terhadap pasangan.

Kadang-kadang ejekan sederhana saja bisa membuat pasangan merasa rendah diri, apalagi kalau dilakukan terus-menerus. Tak sedikit pula orang yang sengaja melakukan hal ini meskipun tahu kalau ejekan tersebut menyakiti hati pasangannya. Ini juga termasuk mental abuse.

Nah, sekarang kamu paham, kan, kalau adegan romantis di drama atau film itu tak selamanya bisa diterapkan di dunia nyata? [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini