Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

50 Tahun lukisan Mata Hitam di Bandung

50 Tahun lukisan Mata Hitam di Bandung Mata Hitam. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelukis Jeihan Sukmantoro tahun ini genap berusia 77 tahun. Ia memilih peringatan hari lahirnya secara berbeda dengan menggelar pameran “Perayaan Ide 50 Tahun Mata Hitam". Jeihan memang dikenal pelukis figur yang khas. Setiap figur yang ia lukis matanya hitam legam, tidak ada warna putihnya.

Pameran tersebut lebih sebagai merayakan ide lukisan mata hitam. Manajer Studio Jeihan, Atasi Amin, pameran “Perayaan Ide 50 Tahun Mata Hitam” menampilkan sejumlah koleksi lukisan karya Jeihan mulai yang lawas maupun baru.

Ia mengatakan, pameran dibuka 26 September lalu tepat dengan kelahiran Jeihan. Jeihan sendiri lahir di Solo 26 September 1938. Pameran bertempat di studio Jeihan Jalan Padasuka 147 Bandung.

Atasi yang juga putra Jeihan menyebutkan, lukisan Jeihan menempati khasanah seni lukis figuratif yang khas. “Karya Jeihan dengan amat mencolok segera dapat dikenali figur dengan mata hitam pekat, sapuan lebar membidang mengiringi manusia sebagai obyek utamanya,” katanya kepada Merdeka Bandung, Jumat (2/10) kemarin.

Ide lukis mata hitam diakui Jeihan sebagai kegagalannya dalam melukis mata yang seharusnya realistik. Sekitar 1963, beberapa lukisannya yang seharusnya bermata tajam dan bening, berubah karena emosinya yang meninggi, ditorehkan begitu saja warna hitam legam tanpa sisa warna putih dan kebeningan.

Pengamat seni rupa Mikke Susanto menambahkan, kini lukisan mata hitam dinisbatkan sebagai simbol ikonik Jeihan. Jelas bukan tatapan kosong. Lukisan potret manusia bermata hitam adalah sikap hidup yang tak mau tunduk dan terbuai atas realitas, referensi dan dominasi ideologi yang ada saat ini.

“Mata hitam adalah sikap untuk selalu melihat lebih dalam dan lebih jauh. Seperti lubang hitam (black hole) alam semesta, mata itu menelisik untuk merefleksi hidup,” kata dosen dari Fakultas Seni Rupa Isi Yogyakarta tersebut.

Lebih lanjut, kata dia, mata hitam adalah sikap untuk selalu berimajinasi tentang banyaknya hal yang tak mungkin digapai oleh mata terbuka dan jangkauan fisik manusia. Bahkan pada saat saya berbincang saat menjelang pameran tunggalnya di Museum Nasional Indonesia 2014.

Mengamati lukisan Jeihan, ia mendapatkan sebuah visi sebuah realitas masa depan. “Jeihan menerawang dan menerangkan secara futurologis mata hitam adalah hasil dari bentuk perubahan evolutif kondisi manusia,” ujarnya.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP