Tradisi ini memiliki cerita sangat erat dengan kelompok imigran China pertama yang meninggalkan Tanah Leluhur mereka, serta menetap di Pulau Sumatera yang kemudian dikenal dengan nama Bagansiapiapi. Bakar tongkang berarti membakar kapal terakhir tempat mereka berlayar pada tahun 1826.