Tampilan depan rumah tempat kelahiran Bung Hatta terlihat kental dengan keasliannya yang bergaya tempo dulu di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat.
Sejarah Indonesia
Tampilan depan rumah tempat kelahiran Bung Hatta terlihat kental dengan keasliannya yang bergaya tempo dulu di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat.
Di sepanjang dinding kayu rumah kelahiran Bung Hatta terdapat banyak foto-foto dokumentasi tentang Bung Hatta, keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Pada dinding Rumah Kelahiran Bung Hatta juga terdapat bagan silsilah keluarga Bung Hatta, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayahnya. Ada pula dokumentasi foto Syekh Djamil Djambek yang menjadi guru agama bagi Bung Hatta. Mengaji memang menjadi sebuah kegiatan sangat penting dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari anak-anak Minangkabau. Bahkan mereka, seperti juga Bung Hatta ketika masih kecil, sering tidur di surau.
Beberapa benda peninggalan keluarga Bung Hatta juga disimpan di Rumah Kelahiran Bung Hatta ini, seperti mesin jahit tua milik nenek Bung Hatta. Rumah Kelahiran Bung Hatta ini memang adalah rumah neneknya. Di lantai satu ada kamar Mamak Idris, paman Bung Hatta.
Di rumah utama ini juga terdapat kamar bujang, ruang baca Bung Hatta, serta perabotan rumah lainnya yang kebanyakan masih asli.
Perabotan kayu rumah kelahiran Bung Hatta yang dibuat dari kayu surian, sejenis kayu Jati di Jawa, semuanya masih asli, demikian juga lampu dan karpet, serta benda-benda lainnya yang masih asli. Hanya tikar yang telah diganti baru, namun disamakan dengan jenis dan bentuk aslinya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya pelestarian purbakala untuk merawat kesadaran bangsa. Gerakan Mahasabha Purbakala deklarasikan 10 butir pernyataan, termasuk usulan Hari Purbakala Nasional.
Baca SelengkapnyaBPJS Kesehatan meluncurkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda di Bukittinggi, membentengi generasi produktif dari penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Inisiatif Prolanis Muda ini diharapkan mendorong gaya hidup sehat.
Baca Selengkapnya
Cagar budaya Makam La Mohang Daeng Mangkona di Samarinda kian diminati sebagai destinasi wisata sejarah edukatif, menawarkan jejak penting pendiri Samarinda Seberang dan nilai historis yang mendalam.
Baca Selengkapnya
International Jam Gadang Fun Run 2026 sukses digelar di Bukittinggi, menarik ribuan pelari dari berbagai negara dan komunitas, sekaligus merayakan 100 tahun ikon Jam Gadang dengan semangat persahabatan.
Baca Selengkapnya
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi pada Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan RI-Belanda, memperkuat identitas Minangkabau, dan mempromosikan pariwisata daerah.
Baca Selengkapnya
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi pada Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan RI-Belanda, memperkuat identitas Minangkabau, dan mempromosikan pariwisata daerah.
Baca Selengkapnya
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Festival Alek Anak Nagari, sebuah upaya strategis melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya dan membentuk karakter generasi muda.
Baca Selengkapnya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan abadi kepada pahlawan buruh Marsinah dan perjuangan pekerja Indonesia.
Baca Selengkapnya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan tokoh buruh tersebut, sekaligus mengedukasi generasi muda tentang nilai keadilan.
Baca Selengkapnya
Pemerintah Kota Bukittinggi berencana mengadakan damkar aerial ladder canggih untuk menanggulangi kebakaran di bangunan tinggi. Kebutuhan ini mendesak setelah insiden kebakaran ruko tiga lantai yang sulit dipadamkan.
Baca Selengkapnya
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi tinggi nilai historis Kota Bukittinggi dan ikon Jam Gadang, menegaskan komitmennya untuk memajukan pariwisata daerah ini ke kancah global.
Baca Selengkapnya
Peringatan 400 tahun pahlawan nasional Syekh Yusuf Al-Makassari telah resmi masuk agenda UNESCO, menandai pengakuan global atas signifikansi sejarah ulama pejuang ini dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Baca Selengkapnya