Seorang siswa asal Desa Dalek Esa, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT nekat menunggang kuda untuk berangkat ke sekolah.
Regional
Seorang siswa asal Desa Dalek Esa, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT nekat menunggang kuda untuk berangkat ke sekolah.
Siswa kelas XII MIPA SMAN 1 Rote Barat Daya ini bernama Rio Jonathan Adu. Minimnya transportasi umum, membuat Rio nekat menunggang kuda sejauh 8 kilometer untuk sampai di sekolah.
Rio menceritakan alasannya menunggang kuda di zaman kendaraan bermotor menjamur hingga ke pelosok negeri. Menurutnya, saat ini motor yang biasa dia gunakan ke sekolah mengalami mogok.
Usai mengambil kuda piaraan mereka di padang, Rio pun menunggangnya ke sekolah menyusuri jalan alternatif sejauh 8 kilometer yang berbukit dan banyak ditumbuhi semak belukar.
Tiba di sekolah malah Rio diapresiasi oleh kepala sekolah, karena di zaman modern seperti saat ini dan kebanyakan siswa ke sekolah menggunakan sepeda motor, malah masih ada siswa yang menunggang kuda ke sekolah.
Korban saat itu sedang berenang di pantai bersama temannya ketika dihantam ombak besar.
Baca SelengkapnyaKetiga pendaki itu adalah siswa SMA di salah satu sekolah Internasional di Kota Denpasar.
Baca SelengkapnyaPetugas gabungan dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Baca SelengkapnyaKepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan kedua remaja tersebut dilaporkan hilang terseret arus Sungai Walanae pada Kamis (28/5).
Baca SelengkapnyaAksi komunitas @banbanrunningclub yang terjadi pada Rabu (27/5/2026) itu disorot karena dilakukan di lapangan yang masih dalam tahap perawatan.
Baca SelengkapnyaAyah korban, Nasrullah Dg Badang menjelaskan kronologi berawal saat anaknya MA main handphone di rumah.
Baca Selengkapnya"Sopir tidak dapat menguasai kendaraan sehingga membanting setir ke kiri dan menabrak pagar rumah warga," imbuhnya.
Baca SelengkapnyaPolisi hingga kini masih belum bisa menjelaskan penyebab dari meninggalnya satu keluarga saat kamping.
Baca SelengkapnyaBPIP menegaskan seleksi Paskibraka Sulsel berlangsung sesuai mekanisme nasional usai muncul polemik hilangnya nama peserta dari tiga besar.
Baca SelengkapnyaPenetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti yang dinilai cukup.
Baca SelengkapnyaBayi itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari pasir. Saat ditemukan, bayi itu berada dalam kondisi tersangkut di batu.
Baca SelengkapnyaKeraton Surakarta menggelar Grebeg Besar Dal 1959 dengan kirab dua gunungan yang diperebutkan warga usai didoakan di Masjid Agung.
Baca Selengkapnya