Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

WHO Sebut Gagasan Jadikan Afrika Kelinci Percobaan Vaksin Corona Tindakan Rasis

WHO Sebut Gagasan Jadikan Afrika Kelinci Percobaan Vaksin Corona Tindakan Rasis Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. ©2020 AFP PHOTO/CHRISTOPHER BLACK/WORLD HEALTH ORGANIZATION

Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk komentar "rasis" dua dokter Prancis yang menyarankan vaksin untuk virus corona bisa diuji coba di Afrika.

"Afrika tidak bisa dan tidak akan menjadi tempat pengujian untuk vaksin apa pun," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dikutip dari laman BBC, Selasa (7/4), pernyataan para dokter selama debat di televisi itu memicu kemarahan, dan mereka dituduh memperlakukan orang Afrika seperti "kelinci percobaan manusia".

Salah satu dari mereka kemudian mengeluarkan permintaan maaf.

Ketika ditanya tentang saran kedua dokter itu dalam jumpa pers, Dr Tedros menjadi sangat marah dan menyebutnya mabuk dari "mentalitas kolonial".

"Itu memalukan, mengerikan, untuk mendengar selama abad ke-21 dari para ilmuwan, ucapan semacam itu. Kami mengutuk ini dengan cara sekuat mungkin dan kami meyakinkan Anda bahwa ini tidak akan terjadi," katanya.

Karena jumlah kasus yang dikonfirmasi di Afrika terus meningkat, beberapa pemerintah memberlakukan tindakan yang lebih keras untuk mencoba memperlambat penyebaran virus. Presiden Kenya Uhuru Kenyatta telah melarang semua perjalanan keluar-masuk ibu kota, Nairobi, dan tiga kota besar lainnya selama tiga minggu.

Selama debat di saluran TV Prancis LCI, Camille Locht, kepala penelitian di kelompok riset kesehatan Inserm, berbicara tentang uji coba vaksin di Eropa dan Australia.

Jean-Paul Mira, kepala perawatan intensif di rumah sakit Cochin di Paris, kemudian mengatakan, "Jika saya bisa menjadi provokatif, bukankah kita harus melakukan penelitian ini di Afrika, tempat tidak ada masker, tidak ada perawatan, tidak ada resusitasi?"

Locht mengangguk setuju dengan saran ini, dan berkata, "Anda benar. Kami sedang dalam proses berpikir tentang studi paralel di Afrika."

Dr Mira sebelumnya mempertanyakan apakah penelitian akan bekerja sesuai rencana pada petugas kesehatan di Australia dan Eropa karena mereka memiliki akses ke alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

Acara itu memicu kemarahan luas, termasuk dari mantan pemain sepak bola Didier Drogba, yang menyebut komentar itu "sangat rasis". Dia menambahkan, "Jangan menganggap orang Afrika sebagai kelinci percobaan! Benar-benar menjijikkan".

Rekan mantan pemain sepak bola Samuel Eto'o menyebut para dokter itu sebagai "pembunuh".

Komentar para dokter juga memicu kekhawatiran yang ada di Afrika bahwa orang Afrika akan digunakan sebagai kelinci percobaan untuk vaksin virus corona Covid-19 baru.

Pusat-pusat penyebaran virus telah ditargetkan di negara-negara Afrika. Baru-baru ini, sebuah fasilitas yang sedang dibangun di Abidjan di Pantai Gading diserang dan dihancurkan oleh pengunjuk rasa.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP