Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Virus Zika dan Demam Berdarah Membuat Manusia Lebih Menarik Bagi Nyamuk

Virus Zika dan Demam Berdarah Membuat Manusia Lebih Menarik Bagi Nyamuk ilustrasi demam berdarah. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Virus Zika dan demam berdarah dengue (DBD) mengubah bau manusia dan tikus yang mereka infeksi. Hal ini membuat manusia dan tikus lebih menarik bagi nyamuk, yang kemudian digigit dan menularkan virus ke korban selanjutnya.

Demikian kesimpulan penelitian terbaru yang dipublikasikan Cell.

DBD yang menyebar di daerah tropis ini bisa berakibat fatal. Zika bisa menyebabkan cacat lahir jika ibu hamil terinfeksi. Namun kebanyakan orang dewasa mengalami gejala ringan atau tanpa gejala dan biasanya sembuh dalam beberapa hari,

Dikutip dari BBC, Jumat (1/7), para ilmuwan di beberapa laboratorium China, termasuk Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China dan Universitas Tsinghua Beijing menemukan molekul berbau di kulit tikus yang terkena DBD yang membuat mereka lebih rentan digigit nyamuk.

Molekul dengan daya tarik paling besar, asetofenon, yang semakin bertambah pada orang dan tikus yang terkena DBD dan Zika, dibaurkan ke tangan manusia yang menjadi sukarelawan dalam penelitian ini.

Saat ini para peneliti sedang mencari pengobatan yang menargetkan molekul asetofenon.

Untuk mencegah gigitan nyamuk, cara terbaik salah satunya memakai obat anti nyamuk dan memasang kelambu di tempat tidur.

Diperkirakan ada 400 juta kasus DBD setiap tahun. Sedangkan kasus Zika dilaporkan di 86 negara di seluruh dunia.

Virus Zika dan DBD lebih umum ditemukan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Afrika, Karibia, dan wilayah Asia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP