Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Unjuk rasa kenaikan BBM di Paris, 100 orang luka dan 200 ditangkap

Unjuk rasa kenaikan BBM di Paris, 100 orang luka dan 200 ditangkap Demo BBM di Prancis. ©2018 REUTERS/Stephane Mahe

Merdeka.com - Unjuk rasa berujung bentrokan di Paris, Prancis kemarin menyebabkan hampir 100 orang, termasuk 16 polisi, cedera dan lebih dari 200 ditangkap. Aksi protes itu dipicu kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang makin tinggi.

Kementerian Dalam Negeri setempat mengatakan, sedikitnya 50.000 orang ikut aksi demonstrasi itu dengan pusat demo terjadi di Paris.

Untuk pekan ketiga berturut-turut, para demonstran yang secara kolektif menamai gerakan mereka sebagai 'the yellow vest' --karena rompi kuning yang mereka kenakan saat berdemo-- memadati salah satu kawasan paling terkenal di Paris, Champs Elysees hari Sabtu kemarin, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (2/12/2018).

Bentrokan dengan polisi dimulai pada Sabtu siang dekat Arc de Triomphe dan berlanjut hingga malam hari, sementara pihak berwenang berusaha mengendalikan kerusuhan itu. Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan 5.000 polisi telah dikerahkan ke sekitar kota Paris untuk membantu mengendalikan protes-protes.

Polisi menembakkan gas air mata, granat kejut (flashbang) dan meriam air di Champs Elysees, sementara para pengunjuk rasa yang bertopeng melemparkan proyektil (batu dan semacamnya) dan membakar gedung-gedung. Otoritas menyebut, setidaknya ada 190 gedung yang terbakar dalam bentrokan malam kemarin.

Associated Press melaporkan bahwa seluruh stasiun kereta api di dan sekitar Champ Elysees telah ditutup karena alasan keamanan.

Bentrokan menyebabkan sedikitnya 110 orang terluka, termasuk 17 anggota pasukan keamanan. Satu orang berada dalam kondisi kritis setelah para demonstran merobohkan gerbang besi di taman Tuileries dekat museum Louvre. Gerbang itu kemudian menimpa beberapa orang.

Sejauh ini 270 orang diamankan pihak berwenang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan para demonstran hendak menyebarkan kekacauan dan ketidakpuasan, dan kekerasan yang mereka lakukan, terkhusus di wilayah ibu kota, tidak dapat dibenarkan.

Sebagai perbandingan, sejumlah unjuk rasa serupa di tempat lain di Prancis pada umumnya berlangsung damai.

Berbicara dalam konferensi pers dalam KTT G20 di Buenos Aires, Macron mengatakan akan "mengadakan pertemuan dengan para menteri senior setibanya di Prancis mengenai bagaimana cara terbaik untuk menanggapinya."

"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan pasukan keamanan diserang, toko-toko dijarah, bangunan publik atau swasta dibakar, pejalan kaki atau wartawan diancam atau Arc de Triomphe dirusak," kata sang Presiden Prancis.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP