Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ulang tahun ke-100, mantan PM Jepang desak revisi konstitusi

Ulang tahun ke-100, mantan PM Jepang desak revisi konstitusi Jepang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone memperingati hari ulang tahunnya yang ke-100 hari ini. Di hari tersebut, mantan perwira angkatan laut Perang Dunia II itu mendesak agar negara merevisi konstitusi pascaperang damai.

Sebagai mantan PM yang pernah menjabat paling lama di Jepang, Nakasone telah lama menganjurkan agar piagam yang dirancang Amerika Serikat diubah. Hal ini dilakukan untuk memperjelas status militer yang rancu.

"Para politisi harus lebih serius menangani masalah ini agar membuka jalan menuju masa depan bangsa. Ini adalah inti dari politik," katanya melalui sebuah pernyataan resmi, dikutip dari laman Reuters, Minggu (27/5).

Topik revisi konstitusi ini memang sudah sejak lama menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Jepang.

Nakasone sendiri telah menjadi perbincangan di Jepang setelah mengatakan bahwa dirinya akan membuat Jepang menjadi 'kapal induk' yang tidak dapat ditenggelamkan oleh pasukan Amerika Serikat dan angkatan laut Soviet.

Dia juga pernah melanggar aturan tertulis untuk membatasi anggaran pertahanan menjadi satu persen dari bruto produk nasional. Nakasone kemudian dipaksa mengundurkan diri pada 2003 lalu di usianya yang ke 85.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP