Ulama Arab Saudi Larang Warga Dengan Infeksi Virus Corona Salat Jumat di Masjid
Merdeka.com - Dewan Ulama Tertinggi Arab Saudi menggelar sidang ke-24 pada Kamis yang membahas fatwa larangan melaksanakan salat Jumat dan salat di masjid dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. Setelah menggelar sidang, Dewan Ulama kemudian menerbitkan sejumlah fatwa salah satunya berisi larangan salat Jumat bagi warga yang positif terinfeksi virus corona.
"Pertama, orang terinfeksi dilarang menghadiri salat Jumat dan salat di masjid," kata pernyataan tersebut yang dipublikasikan di situs resmi Biro Media Saudi (SPA), dikutip Jumat (13/3).
Fatwa kedua yaitu kewajiban mematuhi perintah isolasi oleh pihak berwenang Arab Saudi.
"Jika ada yang diinstruksikan oleh badan terkait untuk melakukan tindakan isolasi, orang tersebut harus mematuhi langkah-langkah ini dan tidak menghadiri salat Jumat dan salat di masjid. Orang tersebut melakukan salat di rumah atau markas isolasi," jelasnya.
Fatwa ketiga yaitu jika ada yang takut terinfeksi atau membahayakan orang lain, dia diperbolehkan tidak salat Jumat dan salat lima waktu lainnya di masjid.
Jika tak melaksanakan salat Jumat, orang tersebut bisa menggantinya dengan salat zuhur empat rakaat.
"Dewan Ulama Tertinggi mendesak semua orang untuk mematuhi instruksi dan regulasi yang diterbitkan lembaga-lembaga terkait."
Tutup Sekolah dan Kampus
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comArab Saudi menutup semua sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya mulai Senin (9/3) sampai pemberitahuan lebih lanjut di tengah upaya memutus penyebaran virus corona. Demikian dilaporkan Badan Pers Saudi (SPA).
"Keputusan menutup semua studi pendidikan merupakan kelanjutan dari perhatian kepemimpinan yang bijaksana pada anak-anaknya, kepeduliannya terhadap keselamatan mereka, dan penyediaan alternatif yang sesuai untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh," kata Kementerian Pendidikan, dikutip dari Alarabiya, Senin (9/3).
Kementerian Pendidikan Arab Saudi juga mengarahkan pembentukan "sekolah virtual" dan pembelajaran jarak jauh selama penutupan ini.
Menteri Pendidikan Arab Saudi, Hamad bin Mohammed Al Al-Sheikh kepada Alarabiya menyampaikan, penutupan ini juga berlaku bagi siswa, guru, dan pegawai.
"Mereka tidak akan diminta untuk melaksanakan tugas apapun. Perintah ini termasuk untuk semua sekolah publik. Berlaku juga untuk universitas, keputusan untuk menugaskan pegawai atau fakultas akan diserahkan kepada pimpinan universitas karena mereka perlu melanjutkan kuliah online dan melihat apa yang sesuai dengan kurikulum mereka," jelasnya.
Keputusan menutup sekolah ini bersamaan dengan penutupan atau isolasi sementara Provinsi Qatif di wilayah timur Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus corona setelah 11 orang di wilayah itu terinfeksi.
Pemerintah Arab Saudi juga mengatakan penutupan ini juga berlaku bagi pusat kegiatan dan pendidikan Alquran di masjid-masjid.
Pada Senin pagi, juga diumumkan penutupan jalan raya Riyadh dan wahana bermain musim dingin karena kekhawatiran atas penyebaran virus corona, seperti diberitakan televisi pemerintah.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya