Turki Tetap Beli Rudal S-400 dari Rusia Meski Diancam Amerika Serikat

Kamis, 4 April 2019 17:14 Reporter : Ira Astiana
Turki Tetap Beli Rudal S-400 dari Rusia Meski Diancam Amerika Serikat rudal s-400 rusia. ©Reuters

Merdeka.com - Wakil Perdana Menteri Rusia Yury Borisov mengatakan bahwa Turki tetap berkomitmen untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 meskipun ada tekanan keras dari Amerika Serikat. AS, yang merupakan musuh Rusia, awal pekan ini menghentikan penjualan jet tempur ke Turki karena negara tersebut tetap mempertahankan kesepakatan dengan Rusia.

"Turki secara khusus telah memenuhi kontraknya dengan Rusia," ujar Borisov kepada awak media di Moskow, Rusia, dikutip dari Middle East Eye, Kamis (4/4).

"Kami tidak punya masalah (satu sama lain)," tambah Borisov, menegaskan bahwa Turki tidak mengingkari kesepakatannya dengan Rusia hanya demi membeli 100 jet tempur dari AS.

Meski demikian, Borisov enggan memberikan penjelasan lebih spesifik tentang pernyataannya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu membuat pernyataan serupa kemarin. Dia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak harus memilih antara Rusia dan AS.

"Kami tidak melihat hubungan kami dengan Rusia sebagai alternatif dari hubungan kami dengan pihak lain," tegas Cavusoglu dalam kunjungannya ke Washington DC untuk pertemuan NATO yang menandai peringatan ke-70 organisasi tersebut.

"Tidak ada satu pun, baik Barat maupun Rusia yang harus atau bisa meminta kami memilih di antara mereka," tambahnya.

Kunjungan Cavusoglu ke Washington dilakukan hanya selang beberapa hari setelah AS memutuskan untuk menghentikan penjualan jet tempur F-35 ke Turki, menyusul desakan sekutu NATO untuk menghentikan pembelian besar dari Rusia.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS Mike Pence sekali lagi memperingatkan Turki agar tidak membeli sistem anti-rudal Rusia.

"Turki harus memilih. Apakah dia ingin tetap menjadi mitra penting dalam aliansi militer paling sukses dalam sejarah atau apakah dia ingin mengambil risiko keamanan kemitraan itu dengan membuat keputusan nekat yang merusak aliansi kita?" tantang Pence dalam sambutannya di acara NATO di Washington. [ias]

Topik berita Terkait:
  1. Rusia
  2. Turki
  3. Amerika Serikat
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini