Turki Siap Kirimkan Pengamat ke Xinjiang untuk Pantau Nasib Muslim Uighur

Rabu, 31 Juli 2019 21:01 Reporter : Merdeka
Turki Siap Kirimkan Pengamat ke Xinjiang untuk Pantau Nasib Muslim Uighur Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Ben Blanchard

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negaranya tengah bersiap untuk mengirim "tim pengamat" ke provinsi terbarat China, Xinjiang, rumah bagi etnis minoritas Uighur yang sedang menjadi sorotan.

Reuters melaporkan, pengiriman tim itu akan dilakukan setelah Ankara membahas situasi Uighur dengan China, seperti dikutip dari situs berita Turki Ahval News, Rabu (31/7).

Sejak kerusuhan di Xinjiang pada 2009, China menambah personel polisi di wilayah tersebut dan mendirikan apa yang disebutnya "fasilitas pendidikan kejuruan" untuk orang Uighur dan sekelompok etnis minoritas lain, seperti Kazakh dan Kirgiz.

Panel HAM PBB pada Agustus 2018 menyebut bahwa setidaknya "jutaan" orang Uighur di Xinjiang ditampung dalam fasilitas tersebut.

Terkait kehadiran fasilitas itu, kelompok-kelompok hak asasi seperti Human Rights Watch (HRW) menuduh Beijing melakukan kampanye massal pelanggaran sistematis hak asasi manusia terhadap Uighur yang masuk dalam kelompok Bangsa Turk.

Tetapi, China menjustifikasi kehadiran fasilitas itu, yang disebutnya sangat diperlukan untuk menanggulangi benih-benih "separatisme, radikalisme dan ekstremisme."

Turki adalah satu-satunya negara Muslim yang secara konsisten menyatakan keprihatinan tentang situasi di Xinjiang, termasuk baru-baru ini Februari, ketika Ankara menggambarkan fasilitas itu sebagai "noktah besar bagi kemanusiaan" dan meminta Beijing untuk menutupnya.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikutip oleh televisi pemerintah China mengatakan bahwa orang-orang di wilayah Xinjiang "hidup bahagia dalam pembangunan dan kemakmuran China," selama kunjungan resmi ke negara itu awal bulan ini.

Diperkirakan 35.000 orang Uighur tinggal di Turki, yang telah menjadi tempat aman (safe haven) bagi eksil dari Xinjiang sejak 1960-an.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Uighur
  2. China
  3. Turki
  4. Muslim Uighur
  5. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini