Turki peringatkan Eropa 'gelombang baru' pengungsi Suriah dari Idlib

Minggu, 16 September 2018 09:00 Reporter : Farah Fuadona
Turki peringatkan Eropa 'gelombang baru' pengungsi Suriah dari Idlib Anak pengungsi suriah di kamp pengungsi di Desa Atima Idlib. Reuters

Merdeka.com - Juru bicara kepresidenan Turki mengatakan serangan besar yang menargetkan provinsi Idlib di barat laut Suriah dapat menyebabkan krisis pengungsi baru dari Turki ke Eropa.

"Masalah umum semua orang adalah bahwa solusinya harus lebih bersifat politik dari pada militer," kata Ibrahim Kalin di Ankara.

Kalin mengatakan bahwa ada konsekuensi dari serangan militer skala penuh terhadap Idlib akan menyebabkan krisis kemanusiaan dan gelombang pengungsi baru.

Dia mengatakan bahwa pemerintahnya berusaha mempertahankan status Idlib saat ini, melindungi warga sipil, dan mencegah krisis kemanusiaan di Idlib.

"Tentu saja, gelombang migrasi baru tidak hanya akan membebani Turki. Itu bisa menyebabkan rantai krisis baru dari sini ke Eropa. Karena itu, tidak ada yang menginginkan ini," tegasnya.

Pemboman Idlib "tidak dapat diterima," kata juru bicara kepresidenan, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (15/9).

"Harapan kami di sini dari komunitas internasional dan para pemimpin adalah bahwa mereka memberikan dukungan yang lebih terbuka dan jelas kepada Turki," tambahnya.

Dia juga menambahkan Presiden Tayyip Erdogan akan mengadakan pembicaraan di Rusia pada Senin dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas krisis Suriah, 10 hari setelah pembicaraan yang serupa di Teheran, kata para pejabat Turki dan Rusia.

Sejak awal September, setidaknya 30 warga sipil telah tewas di Idlib dan Hama, dan belasan terluka, oleh serangan udara pemerintah Suriah dan pesawat tempur Rusia, menurut para aktivis di lapangan.

Damaskus baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran ke daerah itu, yang lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.

PBB memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21."

Ribuan orang telah turun ke jalan di seberang Idlib pada hari Jumat untuk memprotes potensi serangan penuh oleh pasukan pemerintah dan sekutu mereka. [frh]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini