Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tukang Pipa Temukan Pedang Abad ke-14 di Selokan, Diduga Milik Prajurit Elit

Tukang Pipa Temukan Pedang Abad ke-14 di Selokan, Diduga Milik Prajurit Elit temuan pedang abad ke-14. ©Nordjyllands Historiske Museum

Merdeka.com - Tukang konstruksi pipa menemukan pedang kuno di sebuah selokan di Denmark. Arkeolog menduga pedang ini merupakan miliki seorang prajurit kuno.

Menurut arkeolog dari Historical Museum of Northern Jutland, pedang ini kemungkinan besar milik seorang prajurit elit Abad Pertengahan pada tahun 1300-an dan kemungkinan dia membelinya dengan harga yang sangat mahal.

Dilansir laman Live Science, dalam sebuah pernyataan, museum ini mengatakan "memiliki pedang pada Abad Pertengahan bukan hal yang mudah, sebab harganya mahal dan hanya prajurit elit dari golongan bangsawan yang dapat membelinya."

Pedang dengan panjang 112 sentimeter ini berhasil ditemukan oleh tukang pipa bernama Jannick Vestergaard dan insinyur Henning Nohr dari kontraktor Gunnar Nielsen A/S di sekitar daerah Algade.

Kota Kuno Algade

algade rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Masih belum jelas mengapa pedang tersebut berada di Algade. Kenneth Nielson, seorang arkeolog, menduga prajurit pemilik pedang tersebut tak sengaja jatuhkan pedangnya di lumpur saat terjadinya serangan militer di Aalborg, kota terbesar keempat di Denmark sekarang.

Nielsen menjelaskan meskipun pedang ini ditemukan di antara lapisan limbah selokan, dulu, "lapisan ini merupakan permukaan dari trotoar kota kuno Algade."

Terdapat cerukan khas pada pedang ini yang disebut sebagai "bloodrille" yang berarti aliran darah. Namun, cerukan ini sebenarnya berfungsi untuk membuat pedangnya lebih ringan, bukan sebagai tempat aliran darah.

Selain itu, pedang ini memiliki kenop berbentuk piringan yang berfungsi sebagai pelindung tangan sang pemilik pedang dari tajamnya pedang.

Dibuat tahun 1100-an

Ahli pembuat pedang menduga pedang ini pertama kali dibuat pada tahun 1100-an, yang artinya pedang ini sudah ada lama jauh sebelum digunakan pada tahun 1300-an.

Melalui jejak luka bekas tempur yang terdapat pada pedang ini, arkeolog berpendapat pedang ini sudah digunakan tiga atau empat kali sebelum hilang.

Penemuan ini menarik perhatian arkeolog, sebab umumnya pedang milik prajurit elit tidak akan ditemukan di selokan, melainkan pada sebuah kuburan.

Selokan tempat penemuan pedang ini rencananya akan dikeruk lebih jauh oleh para arkeolog sebagai bentuk antisipasi penemuan artefak kuno lainnya.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP