Trump Sebut CNN, New York Times Fake News karena Beritakan Serangan AS ke Situs Nuklir Iran Gagal

Trump kesal dengan pemberitaan CNN dan the New York Times tentang situs nuklir Iran yang masih utuh setelah diserang AS.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Trump Sebut CNN, New York Times Fake News karena Beritakan Serangan AS ke Situs Nuklir Iran Gagal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama diskusi panel bisnis di Doha, Qatar, Kamis (15/5/2025). (Dok. Alex Brandon/AP) (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari ini menyerang stasiun televisi CNN dan harian the New York Times dengan menuduhnya menyebarkan informasi palsu setelah laporan jaringan berita tersebut tentang penilaian intelijen awal AS.

"FAKE NEWS CNN, BERSAMA DENGAN NEW YORK TIMES YANG GAGAL, TELAH BERSATU DALAM UPAYA MENGECAM SALAH SATU SERANGAN MILITER PALING SUKSES DALAM SEJARAH. SITUS NUKLIR DI IRAN TELAH HANCUR LEBUR! KEDUA TIMES DAN CNN SEDANG DISERANG OLEH PUBLIK!" tulisnya di platform Truth Social miliknya, seperti dilansir Anadolu, Rabu (25/6).

Laporan CNN mengutip penilaian intelijen awal AS yang menunjukkan bahwa serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran gagal menghancurkan komponen kunci program nuklir negara tersebut dan kemungkinan hanya menundanya beberapa bulan.

12 Bom

Sebelumnya, Trump membagikan pernyataan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, yang dibuat kepada Fox News.

"Kami meletakkan 12 bom penghancur bunker di Fordo. Tidak ada keraguan bahwa itu menembus kanopi. Tidak ada keraguan bahwa itu berada dalam jangkauan kedalaman yang dicapai oleh bom penghancur bunker ini, dan tidak ada keraguan bahwa itu telah dihancurkan. Jadi pelaporan di luar sana yang dengan cara tertentu menunjukkan bahwa kami tidak mencapai tujuan itu hanya benar-benar tidak masuk akal!" kata Witkoff, merujuk pada fasilitas nuklir Fordo Iran.

Mendukung posisi ini, Sekretaris Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada CNN bahwa "kampanye pemboman kami menghancurkan kemampuan Iran untuk menciptakan senjata nuklir," lebih lanjut menekankan bahwa "dampak bom-bom itu tertimbun di bawah gunungan reruntuhan di Iran."

Dia menambahkan bahwa klaim apa pun yang meminimalkan efektivitas serangan tersebut adalah upaya untuk "merongrong presiden dan misi yang sukses."

Meskipun ada pernyataan resmi, laporan CNN mengutip sumber yang menunjukkan bahwa stok uranium yang diperkaya Iran tidak dihancurkan, sementara sumber lain mencatat bahwa sentrifugal yang digunakan untuk pengayaan tetap "utuh."

Rekomendasi