Trump puji Putin tak marah soal pengusiran 35 diplomat Rusia dari AS
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump memuji sikap Presiden Rusia Vladimir Putin yang berusaha menahan diri dari pembalasan akibat sanksi AS pada Rusia. Pasalnya, pemerintah Amerika Serikat berusaha untuk memberikan sanksi, salah satunya dengan pengusiran 35 diplomat Negeri Beruang Merah dari tanah Paman Sam.
Sikap Trump ini merupakan tanda Partai Republik berencana menambal hubungan buruk antara AS dengan Rusia. Sementara itu, Putin memang berencana untuk tidak membalas sanksi dari Negeri Adi Daya tersebut.
"Aku selalu tahu dia (Putin) sangat pintar! Sangat hebat dia menahan diri terhadap sanksi itu," cuit Trump lewat akun Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (31/12).
Pada Kamis kemarin, Barack Obama selaku presiden AS saat ini menyampaikan sejumlah sanksi yang diberikan kepada Rusia terkait dugaan serangan siber yang dilakukan saat pemilihan presiden AS awal November.
Di antara sanksi tersebut, pemerintah Negeri Paman Sam mengusir 35 diplomat asal Rusia, serta menutup dua kompleks diplomatik mereka di New York dan Maryland.
Para diplomat itu diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan AS. Sementara, akses masuk ke dua kompleks Rusia tersebut tidak boleh dimasuki oleh pejabat Negeri Beruang Merah mulai siang ini.
"Tindakan ini diambil sebagai respon atas apa yang dilakukan Rusia pada diplomat AS dan aksi diplomat yang tidak konsisten dengan praktik diplomatik mereka," ungkap seorang pejabat tinggi pemerintah AS.
Selain sanksi pengusiran, sanksi ekonomi juga diberikan kepada Negeri Beruang Merah. Sanksi ekonomi yang diberikan berupa pembekuan aset dan penghentian sistem finansial dua agen intelijen Main Intelligence Directorate (GRU) dan Federal Security Service (FSB).
(mdk/che)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya