Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim konflik antara India dan Pakistan di wilayah Kashmir telah berlangsung selama 1.500 tahun. Padahal seperti diketahui, India dan Pakistan baru terbentuk 78 tahun lalu setelah pemisahan atau partisi.
Pernyataan ini dilontarkan Trump di tengah memanasnya hubungan kedua negara yang dipicu serangan penembakan di Pahalgam, negara bagian Jammu dan Kashmir, India, yang menewaskan 26 orang. India menuding Pakistan berada di balik serangan tersebut, namun kemudian dibantah Islamabad.
Pada Jumat lalu, Trump ditanya wartawan apakah dia akan menjadi penengah antara pemerintah India dan Pakistan, dan dia menimpali: "Saya sangat dekat dengan India dan saya sangat dekat dengan Pakistan, seperti yang Anda ketahui. Dan mereka telah berperang selama 1.000 tahun di Kashmir. Kashmir telah berlangsung selama 1.500 tahun, mungkin lebih lama dari itu." Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (1/5).
Komentar Trump ini dicemooh banyak orang sebagai sebuah kesalahan, terutama karena fakta bahwa pembentukan Pakistan dan pemisahan anak benua India terjadi pada tahun 1947. Itu terjadi hanya 78 tahun yang lalu, berbeda dengan pernyataan presiden bahwa konflik atas Kashmir sudah berlangsung selama 1.500 tahun, sehingga hal tersebut mustahil terjadi secara historis.
Sejarah mencatat bahwa konflik modern di Kashmir bermula dari peristiwa pembagian India pada tahun 1947. Setelah merdeka dari kekuasaan Inggris, wilayah-wilayah kerajaan kecil, termasuk Jammu dan Kashmir, dihadapkan pada pilihan untuk bergabung dengan India atau Pakistan. Keputusan Maharaja Hari Singh, penguasa Kashmir yang beragama Hindu, untuk awalnya tetap merdeka, kemudian berubah drastis setelah invasi pasukan Pakistan.
Keputusan Maharaja Hari Singh untuk bergabung dengan India setelah invasi tersebut menjadi pemicu Perang India-Pakistan pertama (1947-1948). Peristiwa ini menandai dimulainya babak baru konflik Kashmir yang hingga kini masih berlangsung. Sejak saat itu, konflik ini telah memicu beberapa perang dan bentrokan lainnya, termasuk perang pada tahun 1965, 1971, dan 1999 (Perang Kargil). Selain itu, konflik ini juga diwarnai oleh pemberontakan internal di Kashmir, dengan beberapa kelompok yang menginginkan kemerdekaan atau bergabung dengan Pakistan.