Trump Jelaskan Kronologi Pemimpin ISIS al-Baghdadi Tewas Ledakkan Diri

Minggu, 27 Oktober 2019 22:43 Reporter : Wisnoe Moerti
Trump Jelaskan Kronologi Pemimpin ISIS al-Baghdadi Tewas Ledakkan Diri Abu Bakar al-Baghdadi. nationalreview.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertegas kabar kematian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Itu disampaikan dalam pidato di Gedung Putih yang disiarkan langsung. Trump menyebut al-Baghdadi tewas usai meledakkan diri dengan rompi yang berisi bahan peledak.

"Dia meledakkan rompinya, yang membunuh dirinya sendiri dan tiga anak," kata Trump dalam pidatonya, Minggu (27/10).

Dilansir Reuters, Trump mengatakan, tubuh Baghdadi termutilasi akibat ledakan tersebut. Dari laporan yang diterimanya, Trump yakin pemimpin ISIS itu telah tewas.

"Tubuhnya termutilasi akibat ledakan," tutur Trump.

Trump menyebut Baghdadi ketakutan saat pasukan elite mendatangi kediamannya. Baghdadi mencoba melarikan diri tapi gagal. Hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

"Penjahat yang berusaha sangat keras untuk mengintimidasi orang lain menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam ketakutan, panik. Takut pasukan Amerika mendatanginya," kata Trump.

Sebelumnya, para pejabat intelijen yakin Abu Bakar al-Baghdadi meledakkan sabuk bom bunuh diri ketika pasukan mendekati sebuah rumah di dekat perbatasan Turki tempat dia bersembunyi. Ledakan itu diduga juga membunuh dua istrinya.

Ledakan dan tembakan dilaporkan dari kota kecil Barisha sekitar pukul 01:30 dini hari waktu Suriah pada hari Minggu.

Dipahami bahwa pemimpin ISIS itu telah dilacak ke rumah salah satu pengawalnya yang berusaha untuk membelanya. Serangan itu diduga telah menewaskan sedikitnya sembilan orang.

Televisi pemerintah Irak menayangkan rekaman pada hari Minggu yang katanya menunjukkan serangan itu.

Jika dikonfirmasi, kematian itu akan menjadi pukulan yang menghancurkan bagi sebuah kelompok teror yang telah merajalela di seluruh wilayah selama lima tahun dari pertengahan 2014, memicu serangan teror mengerikan di seluruh dunia, memperkuat eksodus pengungsi massal dan memicu perang untuk menahan mereka yang membunuh ribuan orang dan jutaan orang terlantar.

Sepanjang waktu itu, Abu Bakr al-Baghdadi tetap menjadi wajah ISIS: seorang ideolog keras kepala yang menakutkan yang menghindari agen-agen intelijen dunia sambil terus menghasut perang antar-peradaban.

Pada kabar lain, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah pemantau perang, melaporkan bahwa satu skuadron dari delapan helikopter disertai dengan sebuah pesawat perang milik koalisi internasional menyerang posisi Hurras al-Deen (sebuah kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda) di mana para militan ISIS diyakini bersembunyi di daerah Barisha di utara kota Idlib. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini