Selangkah lagi New York City (NYC) akan memiliki wali kota Muslim pertama dalam sejarah jika Zohran Mamdani menang pemilihan umum pada November mendatang. Mamdani merupakan calon wali kota dari Demokrat yang baru saja menang melawan sejumlah kandidat lain dari partainya, termasuk mantan gubernur New York, Andrew Cuomo.
Mamdani (33) merupakan seorang Muslim keturunan Uganda-India, seorang sosialis dan saat ini menjadi anggota Majelis New York. Dia putra sutradara film ternama asal Gujarat, India, Mira Nair, dan seorang ilmuwan asal Uganda, Mahmood Mamdani. Dia juga menentang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Menanggapi kemenangan Mamdani sebagai calon wali kota dari Demokrat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejek Mamdani, menyebutnya seorang "komunis gila" dan "terlihat mengerikan".
"Zohran Mamdani, seorang Komunis Gila 100%, baru saja memenangkan Pemilihan Pendahuluan Demokrat, dan sedang dalam perjalanan untuk menjadi Wali Kota. Kita pernah memiliki Kaum Kiri Radikal sebelumnya, tetapi ini menjadi sedikit konyol,” tulis Trump mengejek Mamdani dalam unggahannya di Truth Social, dikutip dari The Independent, Kamis (26/6).
“Dia tampak BURUK, suaranya serak, dia tidak terlalu pintar," lanjut Trump.
Dia juga menyebut sejumlah politikus yang mendukung Mamdani termasuk Alexandria Ocasio-Cortez, adalah orang-orang bodoh.
Trump juga dengan sarkastis menyarankan Demokrat yang sedang berjuang dapat kembali “tampil” mencalonkan sesama pemimpin yang condong ke kiri seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Jasmine Crockett, sebelum menyatakan negara itu “benar-benar RUSAK.”
Unggahan Trump yang berisi cercaan tersebut dinilai tidak akurat karena Mamdani bukanlah seorang komunis, melainkan seorang sosialis demokrat.
Selama masa kampanye, Mamdani kerap mengkritik Trump, mengklaim agendanya untuk melakukan penggerebekan imigrasi massal merupakan tanda “otoritarianisme.”