Transgender dimutilasi usai menikah dengan seorang pria

Selasa, 1 November 2016 20:23 Reporter : Ira Astiana
Transgender dimutilasi usai menikah dengan seorang pria raina aliev (kanan) dan suaminya. ©Daily Mail

Merdeka.com - Adam Aliev, seorang transgender muslim asal Moskow, Rusia, dibunuh dan dipotong-potong tubuhnya usai menikah dengan pria bernama Viktor.

Pembunuhan ini dilakukan menyusul permohonan ayah Adam, Alimshaikh Aliev kepada stasiun TV lokal agar anaknya dibunuh.

"Biarkan dia dibunuh. Saya tidak ingin melihat dia. Bawa dia ke sini dan bunuh di depan mata saya," kata Alimshaikh penuh kebencian.

Dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (1/11), Adam yang mengubah namanya menjadi Raina, sebelumnya telah melaporkan ancaman yang kerap diterima setelah mengubah orientasi seksual kepada polisi untuk meminta perlindungan.

Namun, takdir berkata lain. Adam dibunuh orang tak dikenal dan tubuhnya dicacah menjadi beberapa bagian hingga sulit dikenali selang beberapa hari setelah dirinya mengikat janji dengan suami.

Pelaku dan motif pembunuhan hingga kini belum diketahui. Diduga Adam mengundang kebencian dari penduduk Dagestan, wilayah muslim antara Laut Kaspia dan Chechnya di Rusia setalah melakukan operasi ganti kelamin.

Seorang tetangga mengatakan, "Ayah korban sangat terpukul ketika mengetahui anaknya jadi transgender dan menikah dengan seorang pria. Dia mengundang orang untuk membunuh Adam (Raina)."

"Sekarang semua orang tahu (tentang perubahan) Adam. Ibunya mengatakan, 'saya melahirkan anak laki-laki. Ini benar-benar membawa aib bagi keluarga.'"

Sementara itu, Mufti Dagestan setempat mengatakan, "Mengubah orientasi seksual benar-benar dilarang dalam agama Islam. Ini adalah bentuk protes terhadap Allah."

"Operasi seperti itu hanya dilakukan karena satu alasan, ketika seseorang dilahirkan sebagai hermaphrodite dan harus memutuskan apa jenis kelamin ingin dia miliki. Jika seseorang mengubah orientasi seksual karena alasan lain, dia dan ahli bedah yang melakukan itu terkutuk," tambahnya.

Sebelum dibunuh, Adam sempat menulis pesan kepada temannya dan mengatakan bahwa dia marah pada keluarganya.

"Ketika mereka meminta bantuan, saya mengirim uang kepada mereka. Tetapi mereka mengkhianati saya ketika tahu soal operasi," begitu isi pesannya. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini