Topan Super Mangkhut ganggu pelayaran kapal di Selat Qiongzhou

Sabtu, 15 September 2018 11:44 Reporter : Farah Fuadona
Topan Super Mangkhut ganggu pelayaran kapal di Selat Qiongzhou Topan Super Mangkhut di Filipina. AFP

Merdeka.com - Layanan kapal feri di Selat Qiongzhou di China Selatan telah dihentikan pada Sabtu pagi (14/9), saat Topan Super Mangkhut mendekati Provinsi Hainan dan Guangdong di China Selatan, kata pemerintah lokal.

Mangkhut diperkirakan memasuki daratan di satu daerah antara Guangdong barat dan Hainan Timur pada Ahad malam, dengan membawa angin kencang dan hujan lebat, kata biro prakiraan cuaca lokal.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional China, Mangkhut bergerak ke arah barat-laut dengan kecepatan 26 kilometer per jam pada pukul 08.00, sekitar 1.000 kilometer jauhnya dari Kota Yangjiang, Provinsi Guangdong, demikian laporan Xinhua.

Lembaga kelautan provinsi telah mengerahkan beberapa helikopter dan perahu tunda untuk memindahkan 3.238 pekerja dari kilang lepas pantai dan memerintahkan 6.266 kapal untuk berlindung dari topan, dilansir dari Antara.

Sedangkan Topan Super Mangkhut telah menyebabkan lebih dari 15.000 orang dievakuasi di provinsi utara Filipina pada Jumat sore. Namun kantor manajemen bencana negara mengatakan lebih dari 30.000 telah dievakuasi.

Badai topan ini menghancurkan jendela, menerbangkan benda di dekatnya dan melumpuhkan saluran listrik di pulau Luzon menjelang fajar.

Pusat Peringatan Topan Bersama yang berbasis di Hawai mengkategorikan Mangkhut sebagai topan super dengan angin dan hembusan kuat yang setara dengan badai Atlantik kategori-5, dikutip dari Aljazeera. Topan ini telah lebih dulu menerjang Kepulauan Mariana Utara dan Guam. [frh]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini