Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tim Medis China Temukan Virus Corona di Gagang Pintu Rumah Korban Terinfeksi

Tim Medis China Temukan Virus Corona di Gagang Pintu Rumah Korban Terinfeksi Polisi China Tutup Akses Jembatan Sungai Jiujiang Yangtze. ©2020 REUTERS/Thomas Peter

Merdeka.com - Para pejabat kesehatan China mendesak warga untuk mengutamakan kebersihan pribadi sebagai prioritas setelah jejak virus corona dapat ditemukan pada pegangan pintu.

Wakil Kepala Pusat Pencegahan Penyakit Menular Guangzhou, Zhang Zhoubin, mengatakan kota itu telah mengumpulkan 660 sampel untuk pengujian.

"Dalam penyelidikan kami baru-baru ini, kami menemukan virus corona baru pada gagang pintu di rumah pasien. Ini mengingatkan saya bahwa kita harus melakukan yang terbaik dalam menjaga kebersihan di rumah, dan penting untuk sering mencuci tangan," kata Zhang, seperti dilansir laman South China Morning Post, Senin (3/2).

Zhang menyoroti risiko virus corona bisa saja hadir pada barang-barang seperti ponsel dan lampu.

Ilmuwan China juga telah menemukan jejak virus corona baru di dalam tinja beberapa pasien yang terinfeksi, kemungkinan mengindikasikan cara penularan penyakit yang mematikan ini.

tim medis china temukan virus corona di gagang pintu rumah korban terinfeksiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara itu di Wuhan tentara China kini mengambil alih kendali atas pengiriman barang-barang kebutuhan pokok kepada orang-orang yang tinggal di sana. Jumlah kematian akibat virus corona di China daratan telah melebihi wabah SARS pada 2003.

Para pejabat kesehatan China menyerukan agar orang-orang memberi perhatian ekstra terhadap kebersihan diri pribadi setelah jejak-jejak virus corona ditemukan di di mana-mana bahkan pegangan pintu.

Pada hari Minggu (02/1), otoritas kesehatan China mengumumkan 361 kematian dan 17.205 kasus disebabkan corona dengan 2.829 kasus baru dan 57 kematian. Dibandingkan data pada Sabtu (01/1), tercatat 2.590 kasus baru dan 45 kematian.

Dari kematian yang baru dilaporkan, tercatat 56 di antaranya ada di Provinsi Hubei (pusat penyebaran virus corona) dan satu di Chongqing. Di Hubei, yang semula dari 1.921 dan 45 kematian, naik menjadi 2.103 kasus yang dikonfirmasi dan 56 kematian pada hari Minggu.

Media pemerintah, CCTV, melaporkan, tim logistik cadangan yang terdiri dari tentara berbasis di Hubei, dibentuk pada hari Senin (02/1) dan telah mengirimkan 200 ton pasokan ke supermarket di Wuhan, menggunakan 50 truk militer. Secara total, tim ini mencakup 260 perwira militer dari pasukan darat, udara, dan 130 truk.

Reporter Magang : Roy Ridho

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP