Taliban Klaim Kuasai 85 Persen Wilayah Afghanistan

Minggu, 11 Juli 2021 16:00 Reporter : Hari Ariyanti
Taliban Klaim Kuasai 85 Persen Wilayah Afghanistan Tentara Afghanistan berhenti di jalan di garda depan pertempuran antara Taliban dan Pasukan Keamanan. ©Nazim Qasmy/AP via France 24

Merdeka.com - Pada Jumat, Taliban mengklaim menguasai 85 persen wilayah Afghanistan setelah merebut perbatasan penting dengan Iran dan Turkmenistan, bagian dari serangan besar-besaran yang diluncurkan ketika pasukan AS menarik diri dari negara yang dilanda perang itu.

Beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden menyampaikan perihal penarikan pasukan AS pada akhir Agustus, Taliban mengatakan para pejuangnya telah merebut dua perbatasan penting di Afghanistan barat.

Di Moskow, sebuah delegasi pejabat Taliban mengatakan mereka menguasai sekitar 250 dari hampir 400 distrik Afghanistan, sebuah klaim yang tidak mungkin diverifikasi secara independen dan dibantah oleh pemerintah.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, secara terpisah mengatakan kepada AFP para pejuang mereka telah merebut kota perbatasan Islam Qala di perbatasan Iran dan persimpangan Torghundi dengan Turkmenistan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tareq Arian, mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mengusir pemberontak dari posisi mereka saat ini.

Beberapa jam sebelumnya, Biden mengatakan misi militer AS akan berakhir pada 31 Agustus setelah “mencapai” tujuannya, hampir 20 tahun setelah dikerahkan ke negara tersebut.

Namun Biden mengakui "sangat tidak mungkin" Kabul akan mampu mengendalikan seluruh negeri.
"Status quo bukanlah pilihan," kata Biden saat ditanya terkait pasukan AS tetap diam di negara itu.

"Saya tidak akan mengirim generasi Amerika lainnya untuk berperang di Afghanistan,” lanjutnya, dikutip dari Times of India, Minggu (11/7).

Biden mengatakan rakyat Afghanistan sendiri yang harus menentukan masa depan mereka, tetapi dia mengakui ketidakpastian negara itu di masa depan.

Sementara itu Taliban menyambut baik pernyataan Biden terkait penarikan pasukan AS.

"Setiap hari atau jam ketika pasukan AS dan asing pergi lebih awal adalah langkah positif," kata juru bicara Taliban, Suhail Shaheen kepada AFP.

2 dari 2 halaman

Pekan ini, pasukan komando Afghanistan bentrok dengan gerilyawan di ibu kota provinsi, dan ribuan orang melarikan diri dari Qala-i-Naw di barat laut Provinsi Badghis.

Pada Jumat, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan pasukan pemerintah memiliki "kontrol penuh" atas kota itu.

Beberapa jam kemudian sekelompok pejuang Taliban menyerang sebuah penjara di tepi kota Kandahar, ibu kota bekas benteng mereka di provinsi Kandahar.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengatakan pemerintah dapat mengatasi situasi tersebut, tetapi mengakui kesulitan ada di depan.

"Apa yang kita saksikan adalah salah satu tahap transisi yang paling rumit," katanya dalam pidato di Kabul, Kamis.

Ismail Khan, seorang veteran panglima perang veteran yang membantu pasukan AS menggulingkan Taliban pada 2001, berjanji untuk mendukung pasukan pemerintah dalam memerangi para pemberontak.

"Kami akan segera pergi ke garis depan dan dengan bantuan Tuhan mengubah situasi," kata Khan kepada wartawan di kota Herat. [pan]

Baca juga:
Joe Biden Umumkan Misi AS di Afghanistan Berakhir 31 Agustus
Ratusan Warga Afghanistan Angkat Senjata Lawan Taliban Jelang Penarikan Pasukan AS
Tentara Afghanistan Kabur ke Tajikistan Setelah Wilayah Utara Direbut Taliban
Aksi Warga Sipil dan Militer Afghanistan Bersiap Hadapi Taliban
Jerman Telah Tarik Seluruh Pasukan dari Afghanistan Setelah 20 Tahun Bertugas

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini