Tak diberi perawatan di penjara, kesehatan Muhammad Mursi memburuk
Merdeka.com - Kondisi kesehatan mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi (65), dikabarkan memburuk. Menurut kuasa hukumnya, sang klien juga tidak mendapat perawatan yang patut dari pemerintah.
"Kami telah mengajukan protes dan jaksa penuntut umum sudah meminta penyelidikan soal tidak diberikannya hak berobat kepada klien kami," kata kuasa hukum Mursi, Abdul Munim Abdul Maqsud, seperti dilansir dari laman Middle East Eye, Sabtu (10/6).
Abdul mengatakan, Mursi sudah dua kali mengalami koma akibat diabetes bulan ini dan tak kunjung diberi perawatan semestinya. Dia mendesak supaya bisa membawa kliennya ke rumah sakit umum dengan biaya pribadi.
Sumber di penjara Mesir menyatakan memang Mursi mengalami koma akibat diabetes. Namun, dia menyangkal kalau tidak ada tindakan medis buat Mursi. Ikhwanul Muslimin di mana Mursi pernah memimpin meminta PBB dan organisasi dunia supaya mendesak pemerintah Mesir memberikan perhatian soal hak kesehatan narapidana. Sebab, dari laporan dua tahun lalu tercatat lebih dari seratus narapidana meninggal karena tidak mendapat penanganan kesehatan memadai sejak militer melakukan kudeta pada 2013. Kebanyakan tahanan meninggal itu adalah pegiat Islam.
"Semua pihak harus bergerak cepat menyelamatkan nyawa Mursi dan para tahanan yang dibunuh perlahan-lahan. Pemerintah militer bertanggung jawab penuh atas nyawa mereka," tulis Ikhwanul Muslimin dalam keterangannya.
Pernyataan itu juga didukung oleh Majelis Revolusioner Mesir.
"Kami memperingatkan supaya pemerintah Mesir tidak mengabaikan kesehatan Presiden Mursi, dan akan menghadapi masalah hukum serta konsekuensi politik jika membiarkan Mursi," tulis mereka.
Mursi diangkat menjadi presiden setelah rezim Presiden Husni Mubarak tumbang oleh pergerakan rakyat pada 2011. Mubarak juga ditangkap dan disidangkan. Meski sempat dipenjara, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah sakit militer akibat kesehatannya memburuk. Dia pun kini sudah dibebaskan.
Sayangnya, Mursi yang diangkat menjadi presiden lima tahun lalu digulingkan oleh kudeta militer setahun kemudian setelah gelombang protes soal pemerintahannya. Dia kemudian ditahan dan dijatuhi hukuman selama 20 tahun penjara.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya