Taiwan dan China Saling 'Serang' Lewat Video Jet Tempur

Kamis, 7 Februari 2019 18:32 Reporter : Hari Ariyanti
Taiwan dan China Saling 'Serang' Lewat Video Jet Tempur jet tempur china j-20. ©Reuters

Merdeka.com - Pada perayaan Tahun Baru Imlek kemarin Taiwan menerima video jet tempur dan pengebom China yang terbang di atas pulau yang masuk wilayah Taiwan. Video itu adalah hadiah Tahun Baru dari Beijing. Setelah menerima video itu, Taiwan tidak membuang waktu untuk membalas dengan video pesawat tempurnya.

Video dari China berdurasi 3,5 menit dengan judul "Pasukan Elangku Terbang di Sekitar Formosa" (nama lama Taiwan) itu dirilis Tentara Pembebasan Rakyat pada hari Minggu (3/2).

Video itu berisi cuplikan memperlihatkan hebatnya jet tempur China dan panorama pulau Taiwan dari atas, termasuk menara Taipei 101 setinggi 509 meter, Danau Sun Moon dan Gunung Ali.

Ketika pesawat pembom H-6, pesawat tempur siluman J-20 dan pesawat lainnya melakukan manuver udara, lagu di latar belakang video menyerukan penduduk Taiwan untuk "kembali, bersatu kembali" dengan daratan China.

Video itu menjadi perhatian di Taiwan, yang telah berada di bawah pemerintahan sendiri sejak 1949 dan tampaknya tidak terlalu bersemangat untuk "bersatu kembali" dengan Beijing. Kementerian Pertahanan Taiwan kemudian 'membalas' dengan pesan video sendiri.

Video yang diberi judul "Kemerdekaan tidak gratis", berisi tayangan latihan militer Taiwan tahun lalu, menampilkan penembakan langsung oleh tank, pesawat, helikopter dan kapal perang. Rekaman satu setengah menit itu memperingatkan China bahwa pasukan Taiwan siap mempertahankan wilayah mereka.

"Kami siap untuk melindungi, mempertahankan, menjaga tanah mereka (penduduk Taiwan) 24/7 (24 jam dalam tujuh hari)," bunyi video tersebut, dilansir dari Russia Today, Kamis (7/2).

Memperjelas hal tersebut, Kementerian Pertahanan di Taipei mengeluarkan pernyataan di Facebook, mengatakan bahwa "banyak laki-laki dan perempuan yang bertugas di angkatan bersenjata akan melewatkan makan malam Tahun Baru (Imlek) dengan keluarga mereka, tetapi mereka tidak akan absen berjaga-jaga untuk melindungi negara".

Pertempuran video ini meletus tak lama setelah Presiden China Xi Jinping menyebut kembalinya Taiwan ke China "pasti terjadi". Sementara seorang jenderal China memperingatkan Beijing tidak akan punya pilihan selain menggunakan kekerasan jika Taiwan secara resmi menyatakan kemerdekaan dari China atau jika AS mencoba melakukan intervensi dalam perselisihan tersebut. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini