Taipan Vietnam Truong My Lan tengah berupaya untuk membayar kembali ratusan juta dolar dana bank yang dicuri, saat sidang bandingnya terhadap vonis hukuman seumur hidup pada hari ini, termasuk untuk kasus tuduhan pencucian uang.
Lan divonis mendapatkan hukuman mati dari persidangan terpisah atas penipuan besar-besaran.
Giang Hong Thanh, pengacara Lan, mengatakan bahwa ia dan timnya berfokus untuk mengamankan dana untuk membayar kembali pemegang obligasi. Dia kemudian menargetkan pembayaran yang terkait dengan hukuman matinya, demikian dilansir South China Morning Post, Selasa (25/3).
Dia meminta agar lembaga penuntut memulihkan lebih dari 15 Triliun Dong (setara dengan Rp 9.7 Triliun) hasil obligasi dari bank, kata Thanh.
“Dia juga mempersiapkan untuk menjual beberapa aset untuk membayar kembali pemegang obligasi. Lan mulai mengerjakan ini tepat setelah persidangan pertama pada kasus obligasi,” tambah Thanh.
Taipan real estate berusia 68 tahun itu dijatuhi hukuman mati pada April lalu, setelah dinyatakan bersalah telah menggelapkan sebesar Rp 203 Triliun dari Saigon Commercial Bank.
Lan kalah dalam bandingnya terhadap vonis hukuman mati pada Desember. Tetapi, ia dapat terhindar dari eksekusi jika ia dapat mengembalikan setidaknya tiga perempat dari total aset yang ia gelapkan, menurut jaksa berjumlah sekitar Rp 183 Triliun.
Dalam persidangan kedua pada Oktober lalu, Lan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, setelah ia dan 33 terdakwa lainnya dinyatakan bersalah karena secara ilegal mengangkut uang berjumlah sekitar Rp 74 Triliun yang melintasi perbatasan internasional.
Ia juga dinyatakan telah mencuri sekitar 446 triliun dong (Rp 288 Triliun) dari aset yang dicuri dari Saigon Commercial Bank, dan menggelapkan sekitar 30 triliun dong (Rp 19 Triliun) dari investor melalui penerbitan obligasi.
Kejatuhan maestro real estate ini menarik perhatian global karena beratnya hukuman dan besarnya jumlah uang yang terlibat. Kasus ini menjadi kasus paling menonjol dalam pemberantasan korupsi yang dilakukan Partai Komunis yang berkuasa. Peristiwa ini juga telah menyebabkan penahanan sejumlah pejabat senior dan eksekutif bisnis.
Lan menyewa empat pengacara tambahan untuk mengajukan petisi atas namanya. Dua puluh tujuh terdakwa lainnya juga telah mengajukan keringanan hukuman.
Sidang banding akan berlangsung hingga 21 April.
Reporter magang: Devina Faliza Rey
Advertisement