Surat Ancaman Trump kepada Erdogan: Jangan Keras Kepala, Jangan Bodoh!

Kamis, 17 Oktober 2019 12:48 Reporter : Pandasurya Wijaya
Surat Ancaman Trump kepada Erdogan: Jangan Keras Kepala, Jangan Bodoh! Donalt Trump-Erdogan. ©AFP

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan sejawatnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah surat yang janggal dengan mengatakan "jangan bodoh". Surat itu dikirimkan Trump di hari yang sama ketika Turki memulai operasi militer di utara Suriah untuk menyingkirkan milisi Kurdi.

Surat yang pertama kali diperoleh reporter Fox Business itu memperlihatkan Trump memulai kata-katanya dengan bahasa diplomatik yang santun sekaligus mengancam.

"Mari kita buat sebuah kesepakatan yang baik!" tulis Trump dalam surat bertanggal 9 Oktober yang dipastikan asli oleh Gedung Putih dan dikabarkan sejumlah kantor berita, seperti dilansir laman the Guardian, Kamis (17/10).

Beberapa hari setelah Trump memberi lampu hijau bagi Turki untuk melancarkan operasi militer dengan menarik mundur pasukan AS dari wilayah Kurdi, Trump mengatakan kepada Erdogan dia akan menghancurkan ekonomi Turki jika invasi mereka melewati batas.

"Anda tidak mau bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang dan saya juga tidak mau bertanggung jawab untuk menghancurkan ekonomi Turki--dan saya akan lakukan itu," tulis Trump.

"Sejarah akan menjadikan Anda teladan jika Anda menyelesaikan masalah ini dengan cara yang benar dan humanis," lanjut Trump. "Tapi sejarah akan menilai Anda sebagai orang jahat jika semua itu tidak terjadi"

"Jangan keras kepala. Jangan bodoh. Saya akan telepon Anda nanti," kata Trump mengakhiri suratnya.

©Twitter

1 dari 1 halaman

Erdogan Tolak Gencatan Senjata

Surat janggal itu kemudian membuat banyak kalangan meragukan keasliannya dan menyebutnya itu "gurauan" dan "memalukan".

"Saya tadinya menyangka itu bohongan, gurauan yang mungkin berasal dari Ruang Oval," kata anggota kongres dari Demokrat, Mike Quigley kepada CNN. "Tapi semua kata-katanya seperti ucapan presiden Amerika Serikat, sepintas terdengar seperti mendikte dengan kemarahan, ucapannya keluar dari apa yang terlintas di kepalanya."

Dua hari lalu Erdogan menolak usulan Amerika Serikat yang menyarankan gencatan senjata di utara Suriah dan mengatakan dia tidak takut dengan sanksi AS.

"Mereka suruh kita umumkan gencatan senjata. Kita tidak akan pernah umumkan gencatan senjata," ujar Erdogan kepada wartawan dalam perjalanan pulang dari Azerbaijan, seperti dikutip harian Hurriyet dan dilansir laman Al Araby, Rabu (16/10).

"Tidak mungkin bagi kita untuk gencatan senjata sampai Turki membersihkan 'organisasi teror' dari perbatasannya," kata Erdogan merujuk pada pasukan Kurdi Suriah.

Erdogan juga mengatakan pasukan Suriah yang memasuki Kota Manbij di utara Suriah bukanlah potensi negatif bagi Turki selama daerah itu dibersihkan dari para milisi Kurdi Suriah.

"Rezim Suriah masuk ke Manbij bukanlah masalah bagi saya. Mengapa? Karena itu wilayah mereka sendiri," kata dia. Bagi Turki, yang penting adalah militan Kurdi tidak ada lagi di kawasan itu. [pan]

Baca juga:
Jet Sukhoi Rusia Cegat F-16 Turki yang Akan Serang Markas Kurdi di Suriah
Tidak Takut Sanksi AS, Erdogan Tolak Saran untuk Gencatan Senjata dengan Kurdi
AS Beri Turki Sanksi dan Desak Gencatan Senjata dengan Kurdi di Suriah
Manbij, Kota Penting Jadi Ajang Perebutan Turki, Kurdi, dan Suriah

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini