Sosok Misterius Pembelot Korsel ke Korut Terungkap, Punya Kemampuan Istimewa
Merdeka.com - Seseorang yang terpantau melintasi perbatasan yang dijaga sangat ketat dari Korea Selatan ke Korea Utara pekan lalu disebut seorang warga Korea Utara yang sebelumnya membelot ke Korea Selatan. Hal ini disampaikan Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Senin (3/1).
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyampaikan, pihaknya telah melakukan operasi pencarian setelah mendeteksi seseorang pada Sabtu berada di sisi timur Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara.
"Pihak berwenang menduga orang tersebut adalah pembelot Korea Utara dan sedang dalam proses memverifikasi fakta-fakta terkait," jelas Kementerian Pertahanan Nasional dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Asia One, Senin (3/1).
Pembelot tersebut diyakini seorang pria yang memanfaatkan pengalamannya sebagai seorang pesenam atau ahli gimnastik untuk menyeberangi tembok perbatasan dan membelot ke Korea Selatan melewati DMZ di area yang sama pada November 2020, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, tanpa menyebut identitas pria tersebut.
Insidin menyeberangi perbatasan, yang ilegal di Korea Selatan itu terjadi ketika Korea Utara memberlakukan tindakan ketat pencegahan virus corona sejak menutup perbatasannya pada awal 2020, walaupun negara itu belum mengonfirmasi satu pun kasus infeksi Covid-19.
Walaupun ribuan warga Korea Utara menetap di Korea Selatan, menyeberangi DMZ sangat jarang terjadi, di mana sebagian besar pembelot biasanya memasuki Korea Selatan melalui China.
Pengamanan perbatasan
Pembelotan dari Korea Selatan ke Utara melewati DMZ juga lebih jarang terjadi, hanya ada beberapa kasus yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian, beberapa insiden terbaru menimbulkan kekhawatiran di Korea Selatan terkait penyimpangan keamanan atau respons yang lamban pasukan yang menjaga perbatasan.
Ketika tersangka pembelot menyeberang dari Korea Utara pada tahun 2020, dia tidak ditahan sampai 14 jam setelah dia melintasi perbatasan, sehingga militer Korea Selatan berjanji untuk meningkatkan keamanan.
Dalam kasus hari Sabtu tersebut, kehadiran orang tersebut di dekat perbatasan tidak diketahui selama hampir tiga jam setelah kamera CCTV merekam orang tersebut memanjat pagar dan membuat alarm berbunyi, kata militer dalam sebuah pengarahan pada Minggu.
Pasukan Korea Selatan melancarkan operasi pencarian setelah melihat orang tersebut pada pukul 21:20, tetapi tidak dapat menghentikan perlintasan mereka ke Korea Utara sekitar pukul 22:40.
Pada Juni, Korea Selatan mengumumkan akan mempercepat akuisisi robot yang dipasang di rel, dan sistem video dan audio yang mendukung kecerdasan buatan, untuk meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya