Siswa muslim di Swiss diharuskan salaman dengan guru perempuan
Merdeka.com - Amer Salhani, remaja laki-laki 15 tahun di Swiss akhirnya diputuskan harus mau bersalaman dengan guru perempuannya setelah lembaga pendidikan setempat menolak keberatannya.
Sebelumnya Salhani mengatakan tradisi Swiss itu bertentangan dengan Islam, agama yang dianutnya.
Koran the Daily Mail melaporkan, Rabu (21/9), Salhani dan kakaknya sempat memicu perdebatan di tengah masyarakat Swiss pada awal tahun ini setelah mereka mengatakan tidak mau bersalaman dengan guru perempuan mereka di sekolah lantaran agama Islam melarang mereka berbuat itu.
Pihak sekolah di Therwil, Basel Country, awalnya akan mengeluarkan mereka. Tapi kemudian dewan sekolah mengatakan mereka berdua harus dikenai sanksi disiplin dan membayar denda senilai Rp 67 juta jika menolak bersalaman.
Pekan ini pihak sekolah menolak permohonan kedua orangtua remaja itu yang memprotes keputusan sanksi dan denda.
Pihak sekolah mengatakan para guru berhak mendapat jabat tangan dari para murid.
Kepala Departemen Pendidikan Basel-Country, Monica Gschwind mengatakan menyalami guru sudah jadi bagian dari tradisi dan budaya dalam masyarakat Swiss. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya