Sidik Jari Berusia 5.000 Tahun Ditemukan pada Tembikar Kuno, Pemiliknya Bukan Sosok Sembarangan
Sidik jari itu ditemukan di sebuah bejana tanah liat kuno di Orkney, Skotlandia.
Seorang ahli keramik menemukan sebuah sidik jari pada tembikar berusia 5.000 tahun.
Sidik Jari Berusia 5.000 Tahun Ditemukan pada Tembikar Kuno, Pemiliknya Bukan Sosok Sembarangan
Sidik jari itu ditemukan di sebuah bejana tanah liat kuno di Orkney. Orkney adalah sebuah kepulauan yang terletak di wilayah utara Skotlandia yang terkenal dengan pemukiman bersejarah tertua di Eropa.
Sejak 2006, arkeolog telah melakukan penggalian di kompleks bangunan kuno di pusat Situs Warisan Dunia Neolitik Orkney. Banyak artefak telah ditemukan selama penggalian ini, tetapi penemuan terbaru adalah yang paling mengejutkan.
Sumber: Arkeonews
Sidik jari yang tertinggal pada pecahan tembikar itu ditemukan pada fragmen objek yang masih ada di situs arkeologi Ness of Brodgar.
Ness of Brodgar, situs penggalian yang paling penting di Institut Arkeologi Universitas Highlands and Islands (UHI), menjadi saksi penemuan ini yang dilakukan oleh Roy Towers, seorang ahli keramik.
Ia melihat sidik jari tukang pembuat bejana itu saat memeriksa pecahan tembikar dari kumpulan besar potongan-potongan tanah liat yang ditemukan di situs tersebut. Koleksi ini diketahui sebagai koleksi terbesar dari tembikar Grooved Ware periode Neolitik akhir di Inggris.
Apa yang membuat penemuan ini semakin menarik adalah bahwa sidik jari yang terbentuk saat tukang periuk menekan jari ke dalam tanah liat basah berhasil diungkapkan melalui teknologi pencitraan khusus.
Sidik jari yang dicurigai itu diverifikasi menggunakan Reflectance Transformation Imaging (RTI). Beberapa gambar dari subjek yang sama diambil, masing-masing dengan sumber cahaya yang diatur berbeda.
Ini digabungkan dengan perangkat lunak komputer untuk menghasilkan model yang sangat rinci dari objek yang dapat disinari dari semua sudut dan diperiksa dengan cermat di layar. Gambar yang dihasilkan sering mengungkapkan detail permukaan yang tidak terlihat selama pemeriksaan normal.
Sumber: Arkeonews
Proyek RTI milik Jan Blatchford memverifikasi dan mendaftarkan satu-satunya sidik jari yang ditemukan di Ness of Brodgar dalam kasus ini. Sebenarnya, sidik jari kuno bukanlah hal yang langka dalam penelitian arkeologi.
Direktur penggalian Nick Card mengatakan: "Bekerja di situs berstatus tinggi seperti Ness of Brodgar, dengan bangunan-bangunannya yang indah dan berbagai artefak menakjubkan, bisa membuat kita melupakan orang-orang di balik kompleks luar biasa ini.