Hot Issue

"Setiap Jalan yang Kau Lalui, Kau Mendengar Ratapan"

Jumat, 24 Juni 2022 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
"Setiap Jalan yang Kau Lalui, Kau Mendengar Ratapan" Gempa guncang Afghanistan. ©AFP

Merdeka.com - "Dua helikopter datang membantu tapi tidak jelas apa yang bisa mereka lakukan selain mengangkut mayat-mayat."

Itu kalimat salah satu warga Afghanistan yang menggambarkan situasi setelah gempa dahsyat mengguncang Provinsi Paktika, di Afghanistan timur, yang menewaskan seribu orang.

Gempa terjadi pada Rabu dini hari, memporakporandakan rumah-rumah, menimpa orang-orang yang sedang tertidur pulas di dalamnya.

Dalam beberapa tempat, sejumlah tim penyelamat menggali reruntuhan dengan tangan kosong, itupun setelah mereka berhasil sampai di wilayah terdampak yang medannya sangat sulit. Wilayah timur Afghanistan yang terpencil itu bukan tempat yang mudah didatangi. Jumlah korban jiwa di wilayah itu diperkirakan semakin bertambah.

"Tidak lama setelah pukul 01.30 gempa bumi terjadi. Saya ketakutan. Saya berusaha mencari teman-teman saya. Beberapa dari mereka kehilangan keluarganya. Beberapa baik-baik saja tapi rumah mereka hancur," kata seorang warga, Ahmad Nour, dikutip dari BBC, Kamis (23/6).

"Anda bisa mendengar sirene ambulans di mana-mana. Saya berbicara dengan orang-orang. Mereka sangat frustrasi. Mereka kehilangan orang-orang yang mereka sayang. Mereka dalam situasi yang sangat menyedihkan."

Para saksi mata di lokasi bencana menggambarkan gawatnya situasi.

"Setiap jalan yang kau lalui, kau mendengar ratapan kematian orang-orang yang mereka cintai," kata salah seorang jurnalis.

Sebuah foto yang dilihat BBC menampilkan seorang anak perempuan berusia sekitar tiga atau empat tahun, badannya dipenuhi debu sedang berdiri di depan rumah yang hancur sebagian. Dia terlihat linglung dan belum jelas apa yang terjadi pada anggota keluarganya yang lain. BBC sedang berusaha mencari tahu terkait hal tersebut.

Alem Wafa (49), berkunjung ke salah satu wilayah di Paktika yang paling parah diguncang gempa untuk membantu mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam puing-puing bangunan.

"Tidak ada petugas bantuan resmi, tapi orang-orang dari kota tetangga dan desa-desa datang ke sini untuk menyelamatkan warga," jelasnya.

"Saya tiba pagi ini dan saya sendiri menemukan 40 jasad. Sebagian besar dari mereka masih muda, anak-anak kecil."

"Dokter dan perawat juga termasuk korban," kata salah seorang dokter dari distrik Gayan di Paktika.

"Kami tidak punya cukup orang dan fasilitas sebelum gempa bumi, dan sekarang gempa bumi menghancurkan hal kecil yang kami punya. Saya tidak hanya berapa banyak rekan-rekan saya yang masih hidup."

2 dari 3 halaman

Dihantam krisis dan bencana

dan bencana

Tim penyelamat dan korban yang selamat menyampaikan kepada BBC, desa-desa di dekat pusat gempa hancur total, jalan-jalan rusak, dan menara jaringan telepon seluler juga rusak. Korban jiwa diperkirakan akan terus bertambah. Sebanyak 1.500 orang terluka.

Sebagian besar korban jiwa berasal dari distrik Gayan dan Barmal, Provinsi Paktika. Puluhan desa juga luluh lantak.

Lembaga-lembaga bantuan berusaha membantu, tapi komunikasi menjadi kendala. Mereka berusaha membawa makanan, obat-obatan, dan tenda darurat untuk para korban.

"Kami punya tim kesehatan dan nutrisi mobile di distrik-distrik terdampak memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang terluka," jelas Sam Mort dari UNICEF.

"Kami juga punya truk bantuan yang sedang di jalan membawa berbagai kebutuhan seperti alat kebersihan dan selimut dan serta tenda dan terpal. Saat ini turun hujan yang mempersulit upaya penyelamatan," lanjutnya.

Dia mengatakan, masyarakat telah mengalami sejumlah krisis sebelumnya seperti kelaparan, kemiskinan, penyakit, dan kekeringan.

"Ini bukan populasi yang kuat dan tangguh," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Gempa paling mematikan

Gempa berkekuatan 6,1 magnitudo itu merupakan yang paling mematikan di Afghanistan sejak 2002. Getarannya mengguncang sekitar 44 kilometer dari kota Khost di tenggara, dekat perbatasan Pakistan, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Pusat Kegempaan Eropa-Mediterania (EMSC) mengatakan, getaran gempa dirasakan sekitar 119 juta orang di Pakistan, Afghanaistan, dan India, tapi belum ada laporan kerusakan atau korban di Pakistan.

Afghanistan rawan gempa, karena terletak di wilayah yang aktif secara tektonik, melalui sejumlah jalur patahan termasuk sesar Chaman, sesar Hari Rud, sesar Badakhshan Tengah dan sesar Darvaz.

Dalam satu dasawarsa terakhir, lebih dari 7.000 orang tewas karena gempa bumi di negara tersebut, menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Rata-rata ada 560 kematian dalam setahun karena gempa bumi.

  [pan]

Baca juga:
Banyak Anak-Anak Diyakini Tewas Saat Gempa Mengguncang Afghanistan
Luluh Lantak Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat
Korban Tewas Gempa Bumi di Afghanistan Bertambah Jadi 1.000 Orang
Cerita Mereka yang Bertahan Hidup Hanya dengan Remahan Roti Basi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini