Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Serangan udara meleset lagi, 2 tentara Filipina tewas

Serangan udara meleset lagi, 2 tentara Filipina tewas Kota Marawi hancur akibat konflik. ©Reuters/Romeo Ranoco

Merdeka.com - Perang antara pasukan Filipina dengan kelompok militan pro Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Wilayah Otonomi Muslim Mindanao kembali menelan korban jiwa. Namun, kejadian terulang di mana serangan udara Angkatan Udara Filipina malah mencelakai prajurit mereka.

Dilansir dari laman Reuters, Rabu (12/7), menurut Juru Bicara Militer Filipina, Letkol Jo-Ar Herrera, insiden itu terjadi saat pasukan Filipina terlibat kontak tembak dengan kelompok militan. Mereka lantas meminta bantuan serangan udara.

Nahas, ternyata bom dijatuhkan pilot itu meleset sekitar 250 meter dari target. Akibatnya, bangunan dipakai berlindung pasukan Filipina roboh.

"Runtuhan gedung yang hancur karena bom meluncur jatuh dan menimpa dua prajurit kami," kata Herrera.

Herrera menambahkan, sebelas tentara luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Pada 31 Mei lalu, insiden serupa juga terjadi. Serangan udara militer Filipina juga meleset dan malah jatuh ke lokasi pertahanan rekan mereka. Alhasil, sebelas prajurit tewas.

Sejak berkecamuk pada 23 Mei lalu, pertikaian antara dua kubu di Kota Marawi belum menunjukkan tanda bakal berakhir. Meski jumlah anggota kelompok militan terus menyusut lantaran digempur oleh militer Filipina dengan persenjataan berat, tetapi mereka masih mempertahankan posisi. Mereka dikabarkan mempertahankan posisi dengan mengandalkan penembak jitu.

Hingga saat ini tercatat perang itu sudah menelan 500 korban jiwa. Terdiri dari 389 militan, 90 aparat keamanan, dan 39 warga sipil. Sekitar 260 ribu warga terpaksa mengungsi. Kota Marawi pun hancur lebur.

Konon masih ada 300 warga terjebak di zona perang atau ditahan pihak militan. Sebagian mengaku dipaksa melawan pasukan pemerintah. Jika menolak mereka dihabisi.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menetapkan tenggat darurat militer selama 60 hari buat menumpas kelompok militan, dan bakal berakhir Sabtu pekan ini. Dia sempat berjanji beberapa kali kalau perlawanan kelompok pro-ISIS segera berakhir. Namun, tak satu pun ditepati. Kini, dia malah meminta perpanjangan 15 hari buat menghabisi perlawanan milisi itu. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP