Sempat Hilang Kontak, Chandrayaan-2 Milik India Berhasil Mendarat di Bulan

Minggu, 8 September 2019 12:50 Reporter : Merdeka
Sempat Hilang Kontak, Chandrayaan-2 Milik India Berhasil Mendarat di Bulan Pesawat antariksa tanpa awak. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah sempat hilang kontak, untuk pertama kalinya India mendaratkan pesawat antariksa tanpa awak di Kutub Selatan Bulan, Sabtu (7/9). Kepala Indian Space Research Organisation (ISRO), Kailasavadivoo Sivan, mengatakan hanya lima persen misi yang hilang akibat masalah komunikasi itu.

"Hanya lima persen dari misi yang hilang, yaitu Vikram, sang pendarat, dan Pragyan, sang penjelajah. Sisanya, 95 persen yaitu pengorbit Chandrayaan-2 berhasil mengorbit bulan," kata seorang pejabat ISRO yang dikutip dari India Today.

Menurut Kailasavadivoo Sivan, hingga 2,1 km di atas permukaan Bulan, misi pesawat antariksa tanpa awak itu masih berjalan normal. Namun, sesaat ketika lander Vikram (kendaraan ruang angkasa yang turun ke permukaan objek astronomi), pusat antariksa India, ISRO kehilangan kontak dengan Chandrayaan-2.

Hilangnya kontak dengan Chandrayaan-2 nyaris menggagalkan misi India. Menanggapi hal tersebut, Editor Pelaksana NASA, Chris G berpendapat, pengorbit atau pesawat antariksa memang mengandung risiko besar dengan 95 persen percobaan. Dengan demikian, kejadian hilang kontak yang sempat dialami Chandrayaan-2 bukanlah suatu kegagalan.

"Pengorbit aman di bulan dan menjalankan misinya Ini bukan kegagalan total. Sama sekali tidak," ujar Chris G melalui akun Twitternya.

Pesawat antariksa Chandrayaan-2 terdiri dari tiga segmen, yaitu Orbiter (berat 2.379 kg, delapan muatan), Vikram (1.471 kg, empat muatan), dan Pragyan (27kg, dua muatan).

Dilansir dari The Guardian, Chandrayaan-2 diluncurkan untuk melakukan pendaratan di Kutub Selatan Bulan, lokasi yang belum pernah dijamah para peneliti. Sebelumnya, hanya ada tiga negara yang berhasil mendarat di bulan, yaitu Amerika Serikat, Rusia dan China.

Dalam misinya, ISRO menugaskan Pragyan untuk mengumpulkan data penting tentang komposisi permukaan bulan selama dua minggu. Diharapkan, Pragyan dapat memberikan informasi tentang kandungan air di wilayah Kutub Selatan Bulan.

Pragyan sendiri merupakan sebuah robot berbentuk kendaraan roda enam yang ditempatkan di Vikram. Kata Pragyan diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebijaksanaan.

Sementara itu, komponen pengorbit pada rangkaian Chandrayaan-2 membawa delapan muatan ilmiah yang difungsikan untuk memetakan permukaan bulan. Selain itu, muatan ilmiah dalam orbiter juga diharapkan dapat mempelajari eksosfer (atmosfer luar) bulan.

Chandrayaan-2 dirancang untuk dapat berkomunikasi dengan Indian Deep Space Network (IDSN) selama satu tahun. Dengan tenggat waktu misi satu tahun, Chandrayaan-2 dapat mengambil beberapa gambar bulan dan mengirimkannya ke ISRO. Perwakilan ISRO menambahkan, Chandrayaan-2 juga dapat mengambil gambar pendaratannya sendiri.

Mathieu Weiss, Perwakilan badan antariksa Prancis CNES di India berpendapat penelitian tentang permukaan bulan sangat penting untuk menentukan apakah manusia bisa menghabiskan waktu yang lama di bulan. Weiss menambahkan, langkah yang diambil India mungkin bisa berdampak bagi kehidupan manusia di beberapa puluh tahun mendatang.

Atas prestasi yang dibuat ISRO, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan pujian pada para ilmuwan ISRO.

"India bangga dengan para ilmuwan kami! Mereka telah memberikan yang terbaik dan selalu membuat India bangga. Ini adalah saat yang tepat untuk berani dan kita akan berani!" tulis Modi mengekspresikan kebanggaannya lewat Twitter.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini