Selama Agresi Israel Pengecut Ini Berlangsung di Wilayah Kami, Iran Tak Punya Pilihan Lain Kecuali Membalas Rezim Zionis

Dubes Iran untuk Indonesia menegaskan negaranya bukan negara lemah tanpa kekuatan yang tidak bisa membela diri.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Selama Agresi Israel Pengecut Ini Berlangsung di Wilayah Kami, Iran Tak Punya Pilihan Lain Kecuali Membalas Rezim Zionis
Sementara, Kementerian Kesehatan Iran pada Senin (16/6/2025) pagi melaporkan sedikitnya 224 orang tewas dan 1.481 orang terluka sejak Israel memulai serangan pada Jumat lalu. (JOHN WESSELS/AF (© 2025 Liputan6.com)

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan sampai kapan negaranya akan membalas serangan Israel. Perang Iran-Israel pecah sejak Jumat (13/6), setelah negara Zionis tersebut menyerang Teheran dan membunuh sejumlah komandan Pasukan Garda Revolusi dan ilmuwan nuklir serta warga sipil. Beberapa jam kemudian, Iran membalas dengan menembakkan ratusan rudal ke Tel Aviv.

Boroujerdi mengatakan, banyak orang yang mengajukan pertanyaan kapan Iran berhenti menyerang Israel.

"Jawabannya adalah selama Iran terus diserang dan agresi berlangsung, kami akan tetap melanjutkan aksi bela diri untuk melindungi negara kami. Saya telah berulang kali mengatakan dalam berbagai kesempatan sebelumnya bahwa Iran bukanlah Gaza yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri. Iran juga bukan negara yang lemah tanpa kekuatan," tegasnya dalam sebuah konferensi pers di kediaman resminya di Jakarta, Selasa (17/6).

"Kami adalah negara yang sangat kuat, mampu memberikan pembalasan dan bela diri. Ini merupakan momen penting bagi negara-negara yang mengalami penindasan oleh rezim zionis, terutama bagi bangsa Palestina, bangsa Lebanon, dan berbagai negara lainnya. Ketika mereka melihat Iran menunjukkan kekuatannya dan memberikan pelajaran kepada rezim zionis, mereka merasa senang dan gembira."

Dia juga menegaskan bahwa perang Iran-Israel tidak memerlukan mediasi.

"Sebab, situasinya cukup jelas. Selama rezim zionis terus melakukan agresi terhadap Iran, aksi bela diri melalui serangan balik akan terus berlanjut. Ketika agresi itu berhenti, maka serangan bela diri kami juga akan berhenti," tegasnya.

Iran menganggap langkah Israel yang "memindahkan" medan pertempuran ke Teluk Persia adalah kesalahan strategis yang besar, dan mungkin dilakukan dengan sengaja. Menurut Boroujerdi, tujuan Israel adalah untuk memperluas konflik di luar batas wilayah Iran.

"Teluk Persia adalah wilayah yang sangat sensitif dan kompleks. Setiap perubahan militer di sana dapat melibatkan seluruh wilayah bahkan dunia," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tindakan segera dari komunitas internasional untuk menghentikan kejahatan dan agresi ini.

"Dikarenakan kita semua akan merasakan akibat dari hal ilegal yang dilakukan oleh rezim ini menyusul ketidakestabilan yang dihasilkan," tambahnya.

"Untuk itu, saya mengimbau seluruh negara di dunia agar menekan rezim ini agar pertama, mencegah perluasan wilayah perang kepada wilayah lainnya. Kedua, segera menghentikan agresi brutal dan pangecut ini terhadap wilayah dan tanah air kami."

Ia menegaskan, selama agresi terhadap wilayah Iran berlangsung, negara Iran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan aksi balasan terhadap rezim zionis.

"Saya ingin menyampaikan bahwa selama agresi pangecut ini terhadap wilayah kami berlangsung, kami sebagai negara Iran tidak memiliki jalan keluar lain dan tidak memiliki pilihan lain kecuali melakukan aksi balasan terhadap rezim zionis," tandasnya.

Rekomendasi