Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekolah di Spanyol larang murid berpuasa saat Ramadan

Sekolah di Spanyol larang murid berpuasa saat Ramadan siswa muslim belajar. ©Reuters

Merdeka.com - Kepala sekolah dasar Juan Caro di Kota Melilla, Spanyol, yang siswanya kebanyakan muslim melarang murid berpuasa saat Ramadan karena bisa membahayakan kesehatan.

Afonso Garcia Zafra, nama kepala sekolah itu, mengirimkan surat edaran kepada para orangtua siswa yang isinya melarang mereka berpuasa di kala Ramadan.

Dalam surat edaran seperti dikutip dari koran Mundo Deportivo, Zafra memperingatkan orangtua murid bahwa berpuasa bisa menyebabkan pingsan, sakit kepala, dan demam selama aktivitas pelajaran olah raga di sekolah.

Russia Today melaporkan, Selasa (14/6), Zafra menyarankan para orangtua melarang anak mereka berpuasa. Di surat edaran itu dia juga menyertakan tulisan guru agama Islam Dris Muhammad Haddu. Dalam surat itu disebutkan "siswa yang belum dewasa dan seluruh murid yang berusia di bawah 12 tahun, menurut ajaran Islam, dibolehkan tidak berpuasa."

"Saya menyarankan, dan saya didukung oleh guru agama Islam, orangtua mengikuti anjuran ini karena seluruh aktivitas belajar mengajar sudah terjadwal dan karena risiko cuaca panas," ujar Zafra dalam surat edaran itu.

Namun beredarnya surat itu membuat sejumlah orangtua justru marah dan menyebut Zafra diktator.

Akibatnya pemimpin Dewan Islam Melilla, Dris Muhamad Amar mengatakan pihak sekolah tidak bermaksud mencampuri urusan agama.

Amar juga menuturkan sekolah tidak berhak memutuskan pada usia berapa siswa dianggap sudah dewasa dan bisa berpuasa Ramadan.

"Terserah kepada para orangtua, bukan sekolah yang menentukan soal apakah mereka sudah dewasa atau sudah boleh mengikuti ibadah puasa," kata Amar kepada harian El Faro. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP