Sejumlah Media Asing Ternama Soroti Bebasnya Ahok

Kamis, 24 Januari 2019 17:57 Reporter : Pandasurya Wijaya
Sejumlah Media Asing Ternama Soroti Bebasnya Ahok Basuki Tjahaja Purnama. ©Foto tim BTP

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok hari ini bebas dari rumah tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ahok bebas setelah menjalani masa tahanan selama satu tahun delapan bulan dan 15 hari karena divonis bersalah dalam kasus penistaan agama pada Mei 2017.

Ahok keluar dari Mako Brimob sekitar pukul pukul 07.30 WIB. Keluarnya Ahok luput dari pantauan oleh simpatisan maupun awak media.

"BTP sudah keluar sekitar pukul 07.30," kata staf Ahok Ima Mahdiah saat dihubungi, Kamis (24/1).

Mantan Gubernur DKI Jakarta berusia 52 tahun itu dalam surat terbuka kepada para pendukungnya meminta dia dipanggil BTP, bukan lagi Ahok.

Ahok dijemput oleh putra sulungnya Nicholas Sean Purnama dan Tim BTP.

Ima mengatakan Ahok langsung menuju kediamannya di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Kabar keluarnya Ahok ini menjadi sorotan beberapa media asing ternama seperti the Straits Times Singapura, Channel News Asia Singapura, the Malay Mail Malaysia The Guardian Inggris, BBC Inggris, South China Morning Post China, ABC News Australia, The Sydney Morning Herald Australia, dan the Washington Post Amerika Serikat.

Harian the Straits Times menulis, "Sejumlah pendukung Basuki mengenakan pakaian berwarna merah, biru, dan kaos putih berkumpul di luar Mako Brimob untuk menanti keluarnya Ahok. Mereka menyanyikan sebuah lagu nasional untuk menyambut bebasnya Ahok."

"BTP bebas, merdeka!" teriak mereka.

Surat kabar Inggris The Guardian dalam beritanya menyebut sebuah film yang mendokumentasikan hidup BTP "A Man Called Ahok" baru saja dirilis di Indonesia dan itu memicu rumor tentang rencana BTP untuk melanjutkan karir politiknya setelah bebas.

"Pemenjaraan sang mantan gubernur itu yang termasuk anomali dalam politik Indonesia sebab dia beragama Kristen dan etnis China, dikecam oleh banyak kelompok pembela hak asasi. Mereka menyebut hukuman terhadap BTP adalah pukulan terhadap toleransi beragama dan kebebasan berpendapat. Sebagian lain menyebut pengadilan di Indonesia tunduk pada kekuatan massa," tulis the Guardian.

Sementara media China, South China Morning Post (SCMP), dalam judul beritanya menyoroti sisi kehidupan Ahok setelah keluar dari penjara.

"Eks Gubernur Jakarta Ahok Keluar dari Penjara dan Menuju Pelukan Pengawal Mantan Istrinya," tulis SCMP yang menulis soal rencana pernikahan BTP dengan Bripda Puput Nastiti Devi, 21 tahun. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini