Sebanyak 13 pasukan AS dan sedikitnya 60 orang Afghanistan tewas dalam dua serangan bom bunuh diri di luar bandara Kabul, menurut Pentagon dan Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan.
Ledakan mematikan itu terjadi ketika AS dan negara Barat lainnya berlomba merampungkan evakuasi warga negaranya dan warga Afghanistan setelah Taliban mengambil alih negara tersebut.
Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan menyampaikan kepada CNN pada Kamis, lebih dari 60 warga Afghanistan tewas dan 140 terluka. Sementara itu 18 pasukan AS terluka, menurut Kapten Bill Urban dari Komando Pusat AS (Centcom).
Presiden AS Joe Biden, berbicara dari Gedung Putih, menyebut para pasukan itu sebagai pahlawan dan marah serta hancur dengan insiden tersebut.
“Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu kalian dan membalas kalian,” kata Biden kepada para pelaku serangan, dikutip dari CNN, Jumat (27/8).
ISIS di Khurasan atau dikenal sebagai ISIS-K, mengklaim militan ISIS yang melakukan serangan bom bunuh diri tersebut, tapi tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Para pejabat AS menduga kelompok itu berada di balik serangan dan Biden pada Kamis mengumumkan dia telah memerintahkan para komandan militer AS untuk membuat rencana operasi penyerangan aset, pemimpin, dan fasilitas ISIS-K.
Beberapa hari sebelumnya, AS mengeluarkan memperingatkan ancaman serangan teror di bandara Kabul. Peringatan juga dikeluarkan sejumlah negara, meminta warga mereka menjauhi bandara. Menyikapi ancaman serangan ini, AS yang sedang berusaha mengevakuasi warganya dari Afghanistan menyiapkan jalur alternatif lain menuju bandara Kabul.
Ribuan orang Afghanistan memenuhi gerbang bandara Kabul, dengan harapan bisa dievakuasi keluar dari negara tersebut setelah Taliban kembali berkuasa.
Advertisement
Sebanyak 10 anggota Angkatan Laut AS di antara korban tewas dan beberapa lainnya terluka, kata juru bicara AL AS, Mayor Jim Stenger. Identitas dan unit para korban tidak akan diumumkan sampai Jumat setelah keluarga korban diinformasikan.
Juru bicara Pentagon, John Kirby mengatakan satu ledakan terjadi di Gerbang Abbey bandara dan satu ledakan lainnya terjadi di dekat Hotel Baron, tidak jauh dari Gerbang Abbey.
Gerbang Abbey Gate menjadi pintu masuk utama ke bandara dan dijaga oleh pasukan AL AS. Area sekitar gerbang ini digunakan untuk menampung pengungsi setelah mereka melewati pos pemeriksaan Taliban di luar bandara, dan sebelum mereka diizinkan masuk ke bandara.
Hotel Baron digunakan oleh tentara Inggris dan sekutu lainnya sebagai pusat penanganan evakuasi untuk memproses orang yang akan dievakuasi, sebelum memindahkan mereka ke Gerbang Abbey. Belum jelas apakah pasukan internasional masih berada di kawasan itu ketika ledakan terjadi.
Kedutaan Besar AS di Kabul mengatakan warga AS yang berada di Gerbang Abbey, Gerbang Timur, atau Gerbang Utara bandara harus segera meninggalkan tempat itu setelah serangan terjadi.
“Ada ledakan besar di bandara, dan ada laporan tembakan,” jelas peringatan tersebut.
“Warga AS harus menghindari bepergian ke bandara dan menghindari gerbang bandara untuk saat ini.”
Segera setelah ledakan, pria bersenjata mengeluarkan tembakan ke arah tentara dan warga sipil, kata Komandan Centcom, Jenderal Frank McKenzie.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3496863/original/082353400_1625027718-20210630-Partai-Komunis-China-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316754/original/007216600_1785987240-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2093410/original/053296500_1549326962-himalaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390704/original/082871800_1793854815-Bendera_Denmark.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2804593/original/098450800_1557804466-astronaut-11080_960_720.jpg)