Saudi Tawarkan Pembebasan Aktivis Perempuan Asal Keluarga Bungkam Soal Penyiksaan

Rabu, 14 Agustus 2019 19:10 Reporter : Merdeka
Saudi Tawarkan Pembebasan Aktivis Perempuan Asal Keluarga Bungkam Soal Penyiksaan pasangan aktivis saudi loujain al hathloul dan fahad al butairi. ©Instagram

Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi menawarkan pembebasan terhadap aktivis perempuan, Loujain al-Hathloul yang telah menjalani masa tahanan selama satu tahun. Menurut saudara kandung Hathloul, Lina al-Hathloul, aktivis wanita itu akan dibebaskan jika keluarga menghentikan tuduhan terhadap pemerintah Saudi tentang penyiksaan yang dialami Hathloul.

Al Araby melaporkan, Kamis (14/8), pihak keluarga mengklaim Hathloul mendapatkan penyiksaan dan pelecehan seksual selama mendekam dalam penjara.

"Saya tidak tahu risiko apa yang akan terima dari tulisan ini," ungkap Lina dalam akun Twitternya, kemarin. "Mungkin (tulisan) ini akan melukai saudara saya juga," lanjutnya.

Dalam unggahannya tersebut, Lina menyebutkan bagaimana pemerintah Arab Saudi mengajukan tawaran pembebasan terhadap Hathloul. Menurut Lina, pemerintah akan membebaskan Hathloul jika keluarga tidak lagi menyebar tuduhan penyiksaan dan pelecehan seksual terhadapnya selama di dalam penjara. Namun, Lina tidak menyebut secara pasti kapan tawaran tersebut diajukan pihak pemerintah.

"Apa pun yang terjadi, saya nyatakan sekali lagi, Loujain telah disiksa secara brutal dan mengalami kekerasan seksual," ujar Lina, seperti yang dikutip Al Araby.

Tuduhan keluarga Hathloul didukung oleh organisasi kemanusiaan, termasuk Amnesty Internasional. Amnesty menduga penyiksaan dan kekerasan seksual tidak hanya dialami oleh Hathloul, tetapi juga aktivis wanita lainnya. Diduga, Hathloul dan aktivis wanita lainnya mengalami pemerkosaan dalam penjara.

Hathloul dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak perempuan di Arab Saudi, salah satunya hak perempuan untuk mengemudi kendaraan. Dia bersama 10 aktivis wanita lainnya ditahan pada Mei tahun lalu, karena dianggap sebagai pembangkang. Namun beberapa pekan pasca penangkapan Hathloul, pemerintah akhirnya mencabut larangan tersebut.

Menyusul pengumuman Arab Saudi untuk mengubah aturan hukum yang berkaitan dengan perempuan, Amnesty Internasional awal bulan lalu mendesak pemerintah untuk membuktikan keseriusannya.

"Tunjukkan pada dunia keseriusan untuk meningkatkan hak-hak perempuan," tulis mereka dalam sebuah rilis.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini