Saat China Sebut Indonesia 'Lebay' soal Virus Corona

Kamis, 6 Februari 2020 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Saat China Sebut Indonesia 'Lebay' soal Virus Corona Dokter di Wuhan Gelar Pernikahan Hanya 10 Menit karena Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menganggap tindakan Indonesia soal virus corona terlalu berlebihan. Seperti diketahui, virus corona mulai menyebar dari Wuhan, China.

Hingga saat ini, 493 orang meninggal dunia dan terbanyak dari kota Hubei yakni 479 orang meninggal dunia. Kemudian sebanyak 24.551 orang mengidap virus corona di 28 negara di dunia, yang terbanyak di China yakni 24.338 orang.

Untuk mengantisipasi agar virus tak menyebar di Indonesia, pemerintah kemudian memberlakukan sejumlah larangan dan menghentikan sementara kerjasama dengan China. Namun pihak China menganggap hal itu terlalu berlebihan:

1 dari 7 halaman

RI Membatasi Kunjungan dari dan Ke China

Presiden Joko Widodo resmi membatasi kunjungan masuk dan keluar China. Pembatasan tersebut berkaitan dengan penyebaran virus corona.

"Penerbangan langsung dari dan ke mainland RRT (Republik Rakyat Tiongkok) ditunda untuk sementara, mulai hari Rabu, pukul 00.00 WIB," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Minggu (2/2).

Tak hanya itu, menurut Retno, Presiden juga melarang kedatangan dan transit di Indonesia bagi mereka yang sudah berada di China selama 14 hari.

"Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia," kata Retno.

Selain itu, pemerintah juga melarang warga negara Indonesia melakukan kunjungan ke dataran China hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Begitu juga sebaliknya.

"Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan," kata Retno.

2 dari 7 halaman

Hentikan Sementara Impor dari China

Menteri perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pihaknya menghentikan sementara impor makanan dan minuman dari China untuk mengantisipasi penularan virus Corona ke Indonesia. Menurutnya, keputusan ini juga dilakukan oleh negara-negara lain.

"Berkaitan dengan impor memang kita sesuai dengan kondisi yang tidak menentu mengenai virus Corona, kita akan setop sementara untuk pasokan-pasokan makanan dan minuman dari negara yang terjangkit virus tersebut. Nah ini untuk mengantisipasi kondisi kita dan kondisi secara keseluruhan supaya mencegah tersebarnya virus, bahkan turis pun di stop," ujar Agus, Senin (3/2).

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, yakni untuk mengusahakan memenuhi pasokan dari dalam negeri dibandingkan dengan impor.

Menurut Menteri Syahrul, semestinya tidak perlu terjadi kelangkaan. Dia juga mengharapkan tidak terjadi akal-akalan dari pedagang untuk menimbun bahan pokok, karena Mentan tidak mau melakukan impor.

"Padahal Pak Mendag sudah bilang ini ada persoalan di virus Corona yang harus kita waspadai. Jadi, sambil kita siapkan lokal kita, saya akan selalu beriringan dengan Mendag. Kita masuki pasar-pasar kebutuhan masyarakat kita," pungkasnya.

3 dari 7 halaman

Dubes China: Belum Ada Bukti Virus Corona Menular dari Barang Impor

Dubes Xiao menjelaskan bahwa hingga kini, belum ada bukti bahwa Virus Corona dapat ditularkan melalui barang-barang impor. Hal yang sama pun juga dinyatakan oleh WHO terkait impor dari China.

"Tadi saya lihat ada berita bahwa pemerintah Indonesia akan hentikan impor makanan dan minuman dari China untuk menjaga Virus Corona tidak masuk ke indonesia. Kami memberikan concern kepada tindakan tersebut," kata Dubes Xiao.

4 dari 7 halaman

Dubes China Meminta Indonesia Tidak Bertindak Berlebihan

Dubes China untuk Indonesia, Xiao Qian menghimbau untuk tidak mengambil tindakan yang berlebihan.

"Menurut kami, dalam situasi ini kita harus tenang, tidak perlu terlalu overreact (bereaksi berlebihan) dan memberikan dampak negatif terhadap perdagangan, investasi dan pergerakan orang," kata Dubes Xiao.

Ia juga berulang kali menyampaikan pernyataan dari WHO yang berisi bahwa pihaknya tidak setuju atas tindakan pembatasan pergerakan orang terhadap Tiongkok.

5 dari 7 halaman

Menyayangkan Penyetopan Penerbangan ke China

Selain itu, Dubes China untuk Indonesia, Xiao Qian juga menyayangkan pemerintah Indonesia yang menyetop penerbangan dari dan ke China. Menurutnya, China menjadi negara kedua terbesar penyumbang wisatawan asing. Setiap tahunnya, ada 2 juta lebih turis dari China yang mengunjungi Indonesia. Tak hanya itu, China juga merupakan salah satu sumber investasi terbesar untuk Indonesia.

"Itu (penyetopan penerbangan) sebenarnya juga akan merugikan ekonomi perdagangan pariwisata Indonesia sendiri," katanya.

Ia terus berharap bahwa negara-negara di dunia, termasuk Indonesia dapat mengambil saran yang diberikan oleh WHO, serta upaya pencegahan lainnya yang tidak merugikan kerja sama kedua negara.

6 dari 7 halaman

Respons Pemerintah RI Disebut Lebay oleh China

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah mengikuti protokol kesehatan terkait penyetopan sementara penerbangan Indonesia-China. Kebijakan itu dikeluarkan menyusul wabah virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China.

Hal itu disampaikan Menko Airlangga menanggapi pernyataan Dubes China Xiao Qian yang menyebut bahwa tindakan itu berlebihan.

"Sudah dilaporkan Menkes dan kita ikuti Global Health Protocol. Kita basisnya global health protocol," jelas Menko Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/2).

7 dari 7 halaman

Menhub soal Larangan Penerbangan dari dan ke China

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan larangan penerbangan Indonesia-China merupakan hasil kajian untuk mencegah masuknya virus corona. Sejumlah negara lain, kata dia, juga memberlakukan larangan itu.

"Kan yang kita lakukan ini sama yang diberlakukan oleh negara-negara lain. Kita sebetulnya sangat hati-hati untuk melakukan itu," jelas Menteri Budi Karya.

Larangan penerbangan Indonesia-China mulai berlaku per Rabu (5/2), pukul 00.00 WIB. Bagi turis ataupun tenaga kerja China yang kini masih di Indonesia, mereka diberikan fasilitas perpanjangan visa overstay hingga sebulan ke depan.

Pemerintah juga memberlakukan larangan turis China masuk ke Indonesia. Pembatasan itu akan dimonitor setiap dua minggu sekali. Selain rute penerbangan, pemerintah juga berencana melakukan pembatasan impor produk China karena khawatir penyebaran virus corona. [dan]

Baca juga:
Cegah Penularan Virus Corona, Dinkes DKI Sebut Tak Harus Pakai Masker N95
Corona Merebak, Harga Bawang Putih di Medan Jadi Melambung
Harga Barang-Barang ini Naik Imbas Virus Corona
Akibat Wabah Virus Corona, Wisata Kota Terlarang Ditutup
Kebijakan Setop Barang Impor China untuk Cegah Virus Corona Dinilai Aneh
Virus Corona Buat Harga Bawang Putih Impor Asal China Naik Dua Kali Lipat
Disayangkan China, Istana Tegaskan Tak Berlebihan Antisipasi Virus Corona

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini